Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Resti Mulyati

Saya anak pertama di keluarga saya. kami bukan dari orang berlebih, tapi ketika suatu saat selengkapnya

Perkembangan biologis dan perseptual serta faktor-faktor yang mempengaruhinya

OPINI | 26 October 2010 | 12:09 Dibaca: 317   Komentar: 0   0

KONSEP DAN IMPLIKASI PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN PERSEPTUAL ANAK

Jika sebelumnya saya menukis tentang Hakikat Perkembangan Anak Didik, yang akan saya tulis kali ini ialah Konsep dan Implikasi Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak dalam KBM.

Perkembangan Bologis dan Motorik Anak

Perkembangan biologis yagn lebih kita kenal dengan nama perkembangan fisik, sangat erat kaitannya denga evolusi manusia. Proses evolusi biologis manusia merupakan proses yang berlangsung dalam waktu lama dan berangsur-angsur. Hal ini berkaitan dengan beberapa tahap, yaitu:

    sikap tubuh dan cara bergerak

    tahap ini merupakan hal penting yang menunjukan adanya evolusi dikaitkan dengan sikap tubuh dan cara bergerak. Semakin manusia berkembang, maka akan semakin nampak postur tubuh sebagia hasil dari sikap dan kebiasaannya. Misalkan seseorang terbiasa berjalan dengan tegek, duduk tegak, dan berlari tegak, maka badannya akan tegak pula.

    perubahan fungsi bagian tertentu

      fungsi ala tubuh akan mengalami reduksi. Pada saat bayi, tangan digunakan sebagia penopang badan untuk merangkak saat ingin berpindah tempat atau mendekati sesuatu. Tetapi ketika ia mampu berjalan, fungsi badan idak lagi sebagai penopang badan karena badan ditopang oleh kaki. Tangan mulai dapat bergerak bebas dan kemudian melakukan pekerjaan atau kegiatan yang menghasilkan karya.

      perkembangan kepala

        tengkorak kepala terdiri atas tengkorak bagian muka dan tengkorak kepala. Perkembangan otak tentu saja berpengaruh dalam hal ini, karena ukuran otak akan merubah ukuran kepala. Misal, meninggi, membulat kemuka, samping, dan belakang. Hal ini akan merubah bentuk muka dan dapat menuntun manusia kearah perubahan budaya.

        perkembangan alat pembau

          perkembangan otak akan berpengaruh pada perubahan bentuk muka, hal ini akan mempengaruhi pembauan karena hidung tidak lagi menghadap ke depan tapi ke bawah sehingga pembauan akan berkurang

          perkembangan alat penglihat

            berlawanan dengan alat pembau yang mengalami reduksi, alat penglihat menjadi lebih sempurna, baik dalam struktur maupun fungsi ketajamannya dalam melihat.

            Setelah membahas perkembangan biologis, saatnya kita membahas tentang perkembangan motorik. Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Bertambahnya umur akan merubah sifat dan tingkah laku anak yang perlu kita pahami dan cermati.

            Perkembangan Perseptual

            Perceptual adalah kemampuan memahami dan menginterpretasikan sensori, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indra. Perceptual merupakan suatu ketrampilan yang dipelajari. Ada tiga proses perceptual yang perlu dipahami, yaitu:

            • sensasi (peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima)
            • persepsi (interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima, merupakan proses lanjutan dari sensasi)
            • atensi (selektifitas terhadap persepsi)

            contoh hubungan antara sensasi, persepsi dan atensi:

            Ana melihat buah apel dan jeruk, kemudian ia berfikir dengan uang yang ia miliki dan kebutuhan terhadap buah pada saat itu mana yang harus ia beli, dan atas dasar pemikirannya ia memilih buah jeruk.

            Faktor Hereditas

            Faktor ini ialah faktor utama yang mempengruhi perkembangan individu. Misal karakteristik anak, hal ini diwariskan orang tua kepada anak sejak masa konsepsi melalui gen. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir atau specific genen. Warisan yang terpenting antara lain:

            1. bentuk tubuh dan warna kulit: bentuk tubuh dan warna kulit merupakan bawaan dari lahir. Misal wajahnya mirip bapaknya, tapi warna kulitnya seperti ibunya. Begitu juga rambut keriting, bagaimanapun berusaha meluruskan pasti akan kembali keriting juga karena pada dasarnya ia memiliki gen rambut keiting
            2. sifat-sifat : berbagai aspek sifat yang dimiliki seorang anak adalah warisan dari ibu, bapak, kakek atau neneknya. Contoh sifat adalah sabar, pemarah, rajin, jujur, dan sebagainya. Mengetahui sifat dan karakteristik anak akan mempermudah guru untuk mendidiknya.
            3. intelegensi : menurut David Wechler yaitu keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir atau bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
            4. bakat : kemampuan khusus yang dimiliki sejak lahir. Bakat merupakan warisan dari orang tua dan nenek moyang. Bakat dapat dikembangkan dengan latihan dan didukung fasilitas yang memadai.
            5. Penyakit: ada beberapa penyakit yang merupakan turunan seperti kebutaan, syaraf, hemophili, dan sebagainya.

            Factor lingkungan

            Lingkungan merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap perkrmbangan dan pertumbuahan anak. Lingkungan terbagi menjadi 5 hal, yaitu; keluarga, sekolah, masyarakat, teman sebaya, dan keadaan alam selitar.

            Yang pertama ialah keluarga. Keluarga dalam arti sempit yaitu keluarga yang terdiri dari orang tua dan anak. Sedang dalam arti luas yaitu semua orang yang punya hubungan persaudaraan atau hubungan darahnya. Keluarga merupakan hal yang besar pengaruhnya dalam pertumbuhan dan perkrmbangan anak, karena disinilah anak diasuh dan dibesarkan. Oleh karena itu, tingkat pendidikan orang tua, kemampuan merawat dan kemapanannya juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

            Yang kedua ialah sekolah. Lembaga formal yang secara sistematis melakukan bimbingan, pengjaran, dan latihan dalam membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intelektual, emosional maupun social ini mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak, terutama pada kecerdasannya. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena di sekolah meraka dapat belajar berbagai macam ilmu.

            Yang ketiga ialah masyarakat yang merupakan lingkungan tempat tinggal anak, termasuk teman-teman di luar sekolah anak. Kondisi masyarakat dimana anak tinggal (dalam hal ini dibagi menjadi desa dan kota) juga berpengaruh terhadap pola pikir anak. Biasanya, anak kota cenderung lebih bersifat aktif dan dinamis bila dibandingkan dengan anak desa yang statis dan lamban.

            Yang keempat ialah teman sebaya yang mempunyai peranan cukup penting. Karena anak akan dengan mudah meniru temannya.

            Yang terakhir ialah keadaan alam sekitar. Alam tempat tinggal manusia berbeda satu sama lain seperti pegunungan, dataran randah dan pantai. Keadaan alam sekitar juga berpengaruh. Sebagai contoh, anak yang tinggal di pegunungan akan bersifat lebih keras dibanding dengan anak yang hidup ditepi pantai.

            Hubungan antara Hereditas dan Lingkungan

            Setelah berbicara panjang lebar mengenai factor hereditas dan lingkungan, saatnya kita bahas tentang hubungan antara keduanya. Lingkungan dan hereditas saling berinteraksi dan digambarkan sebagia additive contribution. Menurut pandangan ini, Hereditas dan lingkungan saling menymbang bagi perkembangan dan pertumbuhan fifiologi dan tingkah laku secara bersama-sama.

            Implikasi bagi Kegiatan Belajar Mengajar

            Permasalahan-permasalahan yang terjadi pada perkembangan fisik dan perseptual anak bias berdampak negative terhadap aspek-aspek perkembangan lainnya. Oleh karena itu, agar pendidik bisa memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak, implikasi yang bisa dilakukan antara lain:

            v Implikasi bagi penyelengaraan pembelajaran

            Cara pembelajaran: programnya disusun secaa sederhana serta memperhatikan perbedaan kemampuan individual anak, tidak dilakukan secara monoton, dan menggunakan berbagai media dan sumber belajar.

            v Implikasi bagi penyelengaraan Pemdidikan Olahraga

            Program olahraga harus dilaksanakan secara rutin karena berguna untuk merangsang perkembangan fisik dan perseptual anak.

            v Implikasi bagi pemeliharaan kesehtan dan nutrisi anak

            Kesehatan merupakan factor utama dalam pertumbuhan anak. Oleh karena itu, perlu diperhatikan secara kesekuruhan mulai dari kebersihan tubuh, pakaian, makanan, kebersihan alam sekitar serta mendisiplinkan diri untuk tidak mebuang sampah sembarangan. Dalam hal ini, penting juga memperhatikan segi pangan agar anak mendapat gizi yang cukup dan seimbang.

            nah, para calon pendidik.. pahami dan bersiaplah menjadi guru sejati.

             
            Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
            Siapa yang menilai tulisan ini?
              -
            Processing data ..
            Tulis Tanggapan Anda
            Guest User


            HEADLINE ARTICLES

            Seluk Beluk Industri Plastik …

            Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

            Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

            Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

            Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

            Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

            Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

            Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

            Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

            Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


            TRENDING ARTICLES

            Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

            Ethan Hunt | 12 jam lalu

            Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

            Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

            Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

            Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

            ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

            Jonny Hutahaean | 14 jam lalu

            Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

            Hanny Setiawan | 21 jam lalu

            Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

            Subscribe and Follow Kompasiana: