Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sutris Trisno

Cerdas dan berakhlak itu prinsipku. saya sangat menyukai dunia pendidikan dan ingin mewujudkan pendidikan di selengkapnya

Bahasa Jawa Vs Bahasa Inggris

OPINI | 19 October 2010 | 17:26 Dibaca: 117   Komentar: 0   0

BAHASA JAWA VS BAHASA INGGRIS

Jangan heran kalau kedua bahasa ini kita bandingkan, dan jangan minder sebagai orang Indonesia (jawa) kalau bahasa ini kita bandingan. Banyak orang yang bangga kalau bisa berbahasa Inggris dengan lancar, akan tetapi kalau berbahasa Jawa (0). Memang bahasa Inggris adalah bahasa internasional, tapi bahasa Jawa menurut saya lebih dari internasional. Mengapa?

Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita tahu bahwa sebelum bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa persatuan, bahasa Jawalah yang awalnya menjadi mayoritas. Bahasa Jawa merupakan bahasa perdamaian, karena dengan bahasa Jawa yang memperhatikan unggah-ungguh dan nilai-nilai budi pekerti luhur, yang akan mempererat persaudaraan. Akan tetapi sekarang, bahasa itu kian lama kian punah, dan anehnya orang asli Jawa sekarang tidak bisa berbahasa Jawa.

Dari kejadian-kejadian tersebut, saya mengajak kepada seluruh pembaca berbanggalah dengan bahasa Jawa. Orang yang cerdas adalah orang yang pandai berbahasa Jawa, bukan orang yang pandai berbahasa Inggris. Buktikan saja kalau tidak percaya. Seorang profesor yang mahir berbahasa Inggris akan kalah dengan professor yang mahir berbahasa Jawa, karena professor yang mahir berbahasa Jawa tahu unggah-ungguh dan tidak akan menyombongkan diri.

Mohon bagi pembaca tidak tersinggung, kalau tersinggung, mari kita jadikan ketersinggungan itu sebagai motivasi untuk selalu mengembangkan bahasa Jawa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Nonggup, Contoh Pergerakan Cerdas Orang …

Evha Uaga | | 31 October 2014 | 17:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasiana-Tanoto Foundation Blog …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sang Pawang Jati …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Meningkatkan Kesadaran Tentang Korupsi …

Andrew Ebeneizer Se... | 8 jam lalu

Moratorium CPNS 5 Tahun? Slow aja! …

Niztchan | 8 jam lalu

Vergiss-mein-nicht (Gema di Lautan Sunyi …

Monika Chandra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: