Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Liyandari Pgsd

Saya tinggal di desa peneket, ambal, kebumen Kuliah saat ini di PGSD, semester 3 kampus 6 Kebment

Inovasi pada Pembelajaran (UK 1)

OPINI | 18 October 2010 | 04:44 Dibaca: 828   Komentar: 2   0

Saat ini Indonesia telah memasuki abad ke 21. Dimana masyarakatnya menghendaki suatu proses yang instant dan hasil yang memuaskan. Hal itu dapat kita rasakan sendiri dalam dunia sosial kemasyarakatan, bisnis bahkan di dunia pendidikan kita telah permudahkan sendiri agar mendapatkan hasil yang optimal tanpa diimbangi dengan proses yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dunia pendidikan. Internet merupakan contoh nyata yang dapat mempermudahkan proses belajar teapi apabila tidak dapat menyikapi dengan benar maka lambat laun kualitas dunia pendidikan kita ini akan semakin merosot. Hal ini terjadi karena sebagian besar dari pengguna intrernet hanya melakukan ”copy paste” tanpa merubah isinya.

Dalam menjalani hidup seharusnya kita mampu menciptakan sendiri suasana baru yang belum pernah dilakukan oleh orang lain agar tujuan kita dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Inilah yang dikenal dengan istilah inovasi. Sehingga pada kesempatan kali ini, kami akan berusaha menguraikan materi tentang inovasi pembelajaran.

Latar Belakang Adanya Inovasi Pembelajaran

Saat ini Indonesia telah mengikuti arus modernisasi serta arus globalisasi yang merupakan awal pertama kali seluruh perhatian manusia tertuju pada perubahan sosial. Kemajuan teknologi yang sangat pesat telah merubah pola kehidupan ini, sarana prasarana kehidupan berubah, pola konsumenisme meningkat dengan pesatnya bahkan sistem pendidikan juga ikut berubah. Dampak perubahan sosial yaitu semakin meningkatnya kepekaan dan kesadaran masyarakat akan permasalahan sosial yang ada di lingkungannya. Misalnya keika ada konflik antar agama, maka dari semua kalangan ( pelajar, pemuka agama, tokoh masyarakat, dll) terjun ke lapangan untuk menyelesiakan konflik.

Perubahan sosial merupakan perubahan perilaku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu maupun organisasi. Perubahan sosial ini berdampak pada paradigma pembelajaran (instructional). Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar karena masih banyak sumber yang dapat dijadikan sumber belajar, seperti lingkungan sosial, internet bahkan teman sejawat bisa dijadikan acuan dalam belajar. Guru hanya sebagai fasilitaor dan komunikator. Fasilitator bermaksud hanya sebagai fasilitas penyedia kebutuhan yang diperlukan oleh siswa, sedangkan komunikator maksudnya mengolah pesan dan menentukan pesan agar pesan dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Kajian post modern teori otak dan implementasinya dalam pembelajaran

Otak merupakan pusat software yang ada dalam tubuh manusia yang merupakan pusat dari kegiatan kerja tubuh kita ini. Otak terbagi menjadi dua bagian yaitu otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Otak belahan bagian kanan berfungsi sebagai pengatur kerja tubuh bagian kiri, mengatur akan adanya bakat, keindahan, dan melukis. Otak bagian kanan berfikir secara abstrak ( sesuatu yang ada dalam hayalan) serta merupakan pusat imajinasi. Otak belahan kiri merupakan belahan otak yang sering kita gunakan yaitu sebagai pusat berfikir secara logis. Biasanya pada pembelajaran di Indonesia cenderung mengoptimalkan oak belahan kiri. Pengoptimalan kerja otak belahan kiri pada negara Indonesia karena sewaktu masih kecil, anak-anak Indonesia cenderung mendapatkan teguran dari oorang tuanya dalam berbuat sesuatu. Misalnya, ”Nak, kamu jangan melakukan itu karena berbahaya”, ”Nak, kamu jangan membongkar mobil-mobilan itu karena kamu tidak bisa memperbaikinya lagi” dan banyak larangan yang diberiakn pada anak

Kajian post modern teori otak merupakan suatu kajian yang mengoptimalkan kerja manusia yang berpusat pada otak. Hal ini dimaksudkan bahwa otak benar-benar bekerja untuk menguasai proses pembelajaran. Hal ini dilaksanakan karena selama ini sering kita dengar bahwa peran teknologi modern telah mampu melumpuhkan kerja otak manusia. Post modern teori otak akan menyeimbangkan proses belajar siswa antara kerja otak belahan kanan dan otak belahan kiri tanpa meninggalkan teknologi yang ada.

Penyeimbangan kerja otak belahan kiri dan kanan dapat dilakukan ketika pembelajaran yaitu dengan belajar sambil bermain. Dimana pembelajaran tetap menggunakan pemikiran yang logis akan tetapi anak yang merupakan masa bermain tetap dapat menikmati permainan sesuai dengan usianya. Pembelajaran dan permainan yang sekaligus dapat dilakukan misalnya bermain tebak-tebakan atau menggambar binatang kemudian menyebutkan bagian-bagian dari struktur tubuh hewan tersebut.

Individu anak sebagai pribadi

Anak merupakan individu yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Masa pertumbuhan merupakan adanya perubahan pada fisik anak, seperti perubahan bentuk tubuh yang semakin tinggi, gemuk, rambut yang panjang dan lain sebagainya, sedangkan perkembangan merupakan semakin matangnya tingkat emosional pada diri anak. Pertumbuhan pada setiap individu sangat berbeda. Ketika masih di SD pertumbuhan yang pesat terjadi pada anak perempuan dan pertumbuhan itu tidak tentu sama antara anak yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan pertumbuhan yang pesat pada anak laki-laki terjadi ketika mereka memasuki bangku SMP. Tinggi badan yang sangat menonjol perubahannya, suara yang semakin besar serta adanya jangkun yang ada di leher depan menandakan masa pertumbuhan pada diri anak tersebut.

Perkembangan pada anak tediri dalam perkembangan kognitif, serta perkembangan psikososial. Setiap anak tentu berbeda tingkat kematangan kognitifnya yang pada akhirnya akan menentukan perbedaan kesiapan dalam belajar anak. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sekitar juga berbeda. Ada anak yang bisa dengan mudah menyesuaikan denngan keadaan lingkungannya dan ada juga anak yang tidak bisa hidup bermasyarakat. Dengan adanya perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak, maka seorang guru harus mampu menyadari perbedaan tersebut ketika anak sedang belajar serta seorang guru harus bisa mengkondisikan anak dapat belajar dengan nyaman serta anak tidak minder dengan perbedaan tersebut.

Pebelajar adalah pribadi unik

Anak merupakan suatu individu yang cepat mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan emosinalnya. Dalam penjelasan anak sebagai pribadi, maka kita dapat mengetahui bahwa pertumbuhan serta perkembangan pada sesama anakpun berbeda apalagi jika kita melihat perbedaan antara anak dengan orang dewasa tentu sagat berbeda. Perbedaan itu menjadikan suatu keunikan tesendiri pada anak. Dimana perbedaan fisik serta emosional pada anak sangat menentukan pola tingkah laku anak dalam belajar. Misalnya, ketika anak belajar menghitung pada pelajaran matematika maka respon setiap anak berbeda. Ada anak yang dengan cepatnya mengerjakan soal tersebut dengan metode yang sangat sederhana, ada yang harus menyendiri agar dapat mengerjakan dan ada yang sangat parah yaitu ada anak yang tidak dapat mengerjakan sehingga harus dituntun oleh gurunya ketika mengerjakan.

Perbedaan pada anak yang menjadikan karakterisitik tersendiri serta menjadi keunikan pada diri anak menjadikan tantangan tersendiri ketika guru harus menyampikan materi pelajaran pada anak. Guru yang hanya seorang diri tentu saja tidak dapat menyesuaikan karakter peserta didiknya yang berbeda-beda. Disini guru harus bisa mengkondisikan agar peserta didik yang jumlahnya banyak mampu terbawa ke arus pemikiran dan cara belajar gurunya. Dengan adanya penyesuian pesera didik terhadap gurunya dimungkinkan pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Pengertian Inovasi

Pada era modern dan globalisasi saat ini tentu saja kita tidak asing dengan kata inovasi. Inovasi banyak dilakukan dalam berbagai bidang, misalnya bidang sosial kemasyarakatan, system pemerintahan bahkan pada dunia kita yaitu dunia pendidikan telah menerapkan inovasi. Secara epistemologi, inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbarui dan mengubah. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju ke arah perbaikan; yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana. ( Fuad Ihsan, 2003 : 191 ) .

Pengertian inovasi menurut para ahli sebagai berikut.

Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter F. Drucker dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumber daya produksi baru maupun pengolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan modal (Peter F. Drucker, innovation and entrepreneurship).

Inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi ataupun intangible) yang memiliki nilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu (Edquist, 2001, 1999);

Pendapat lain yaitu, inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 1997);

Rosenfeld, 2002 juga membubuhi bahwa inovasi merupakan transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru.

Dari pendapat para ahli tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu pembaharuan sistm yang dilakukan oleh masyarakat deni tercapainya suatu tujuan tertentu.

Ciri- ciri inovasi menurut Everett M. Rogers sebagai berikut.

a. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap mnguntungkan bagi penerimananya. Tingkat keuntungan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonomi, faktor status sosial, kesenangan, kepuasan, atau mempunyai komponen yang sangat penting makin menguntungkan, bagi penerimaan makin cepat tersebarnya inovasi. Contohnya mengajar matematika yang dahulu selalu tegang dan tenang maka dengan adanya inovasi pembelajarn, pelajarn matematika dapat diajarkan sambil bermain bahkan sambk bernyanyi. Disini pembelajaran dikatakan telah nelakukan inovasi karena ada keuntungan berupa pembelajaran yang menyenangkan dan memuaskan bagi peserta didik.

b. Kompatible (compatibility), yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepatinovasi yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

c. Kompleksitas (cmpexity), yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimanya. Inovasi yang mudah dimengeri oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan yang sulit dimengeri maka akan sukar tersebar. Misalkan teory pembelajaran humanisme ( memanusiakan manusia) saat ini digunakan oleh dunia pendidikan karena mudah dipahani sedangkan teori pembelajaran kooperatif yang sejak tahun 1975 sudah ada sampai saat ini belum digunakan karena teori tersebut susah untuk dapahani.

d. Trialbilitas (trialbility), yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.

e. Dapa diamati (observasi), mudah atau tidaknya suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilya mudah diamati maka akan mudah diterima daripada yang sukat diamati. Misalnya, mengajak para pengamen untuk belajar maka tidak akan cepat diikuti karena tidak cepat melihat hasilnya secara nyata.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru. Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakangnya, akademisnya, latar belakang social ekonominya dll. Pengertian pembelajaran menurut para ahli sebagai berikut.

Pengertian pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondidi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.

Pendapat lain menurut William H Burton, pembelajaran adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.

Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005, juga memberkan pendapat bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Dari pendapat diatas terdapat perbedaan pendapat tentang pembelajaran. Corey menekankan bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses yang disengaja agar orang berperan aktif terhadap kondisi yang ada, sedangkan menurut William B Burton, pembelajaran merupakan suatu stimulus agar siswa mengikuti kegiatan belajar. Dimyati & Mudjiono menekankan kegiatan yang teprogram pada guru dalam penyediaan sumber belajar pada siswa. Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan proses belajar.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Inovasi merupakan suatu sistem untuk mencapai tujuan, sedangkan pembelajan merupakan suatu proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan belajar. Jadi inovasi pembelajaran yaitu suatu sistem yang dirancang sendiri oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar tujuan belajar dapat tercapai serta siswa mampu merespon pembelajaran dengan baik.

Konsep Belajar dan Pembelajar

Konsep Belajar

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu. Menurut Witherington, 1952 menyebutkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman.

Belajar bukanlah suatu hal yang instan langsung jadi akan tetapi belajar memerlukan proses yang berkesinambungan dan melalui tahapan tertentu. Seseorang dapat dikatakan sedang mengalami proses belajar karena orang tersebut sedang dalam tahap penyesuaian dengan hal atau keadaan baru. Dengan adanya keadaan baru maka orang tersebut mengalami pergolakan dalam dirinya sera berbagai macam rintagan yang menghadang. Apabila orang tersebut mampu menghadapi berbagai rintangan dengan sempurna maka dapat dikatakan bahwa proses belajarnya sukses dan apabila tidak mampu mengalahkan rintangan maka proses belajarnya gagal.

Konsep Pembelajaran

Konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum sekelompok objek, peristiwa atau fenomena lainnya Konsep pembelajaran yang ada di Indonsia menggunakan konsep kontekstual yaitu suatu strategi dalam pembelajaran dimana siswa dan guru saling aktif agar tujuan pembelajaran dapa tercapai dengan seimbang. Bentuk dari konsep pembelajaran kontekstual sebagai berikut.

a. Konstruktivsme (membangun). Belajar merupakan proses membangun pengetahuan yang abstrak dari dalam diri individu menjadi pengetahuan yang konkret didasari oleh pengalaman belajar yang realitas sehingga dapat diterima oleh akal pikiran yang sesuai dengan pola berpikir yang dimiliki oleh masing-masimg individu. Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Mengkontruksi pengetahuan dilakukan dengan proses asimilasi dan akomodasi terhadap skema yang sudah ada. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan baru, menerapkan ide kemudian peserta didik diberi kebebasan untuk menggunakan strategi belajarnya sendiri agar mampu mencapai kepuasan dalam belajar serta tercapai kompetensi belajarnya tanpa adanya paksaan dari pendidik.

b. Inquiri merupakan proses belajar yang didasari oleh berfikir konkret dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga mendapatkan hasil yang nyata dan ada pembuktiannya. Proses belajar inquiri biasanya dilaksanakan dalam belajar memecahkan kasus dimana hal tersebut telah ada landasan teorinya. Proses belajar inquiri observasi biasanya dimulai dengan bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik simpulan Misalkan dalam pembelajaran IPA tentang vitamin. Dengan adanya landasan teori maka peserta didik dapat melakukan penelitian sederhana terhadap kandungan vitamin pada buah-buahan. Dengan penelitin sendiri maka peserta didik dapat dengan mudahnya menguasai materi pelajaran dan merasakan kepuasan tersendiri karena telah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

c. Pertanyaan. Hal ini berguna bagi guru untuk mendorong, membimbing dan menilai peserta didik; menggali informasi tentang pemahaman, perhatian, dan pengetahuan peserta didik. Bagi peserta didik berguna sebagai salah satu teknik dan strategi belajar. Pertanyaan yang diberikan kepada pesera didik sebaiknya pertanyaan yang berbobot sehingga ada rangsangan tersendiri supaya pesera didik mampu belajar lebih giat lagi. Guru juga harus memotivasi peserta didik untuk bertanya, dengan tujuan agar pesera didik lebih berani lagi dalam mengungkapkan hal-hal yang belum jelas dan menjadikan pesera didik lebih kritis terhadap pernyataan dari orang lain.

d.Kelompok Belajar. Kelompok belajar dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif. Kelompk belajar yang kondusif yaitu sekitar 3 sampai 6 anggota belajar. Hal ini digunakan digunakan agar peserta didik memiliki kemampuan solidaritas dan sosial yang tinggi, mampu mengembangkan komunikasinya serta mampu mengadaptasikan diri dengan pola belajar orang lain yang tentu tidak sama dengan pola belajar pada peserta didik tersebut.

e. Modelling (menjadi contoh). Tugas menjadi guru memang tugas yang mulia akan tetapi juga sangat beresiko karena biasanya dari segi penampilan hingga segi karakter, seorang guru telah dijadikan suri tauladan bagi peserta didik. Seorang guru harus aktif serta kreatif mencari informasi terbaru serta mendemonstrasikan kepada siswa ketika pembelajaran berlangsung agar peserta didik menjadi tertarik dan akhirnya mencontoh keaktifan guru dalam belajar.

f. Refleksi, yaitu tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari. Sehingga ada respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru. Hasilnya nanti merupakan konstruksi pengetahuan yang baru. Bentuknya dapat berupa kesan, catatan atau hasil karya yang dapat memberikan imbal balik.

g. Autentik Assasment, yaitu menilai sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hal ini berlangsung selama proses pembelajaran secara terintegrasi. Pada unsur ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu test dan non-test. Alternative bentuk yang dapat dilakukan kinerja, observasi, portofolio, atau jurnal.

Seorang ahli yang bernama Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran lain daripada konsep pembelajaran konstektual yaitu “Student Centered Learning (SCL)” yang intinya yaitu :

Kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya. Disini posisi guru bukanlah satu-satunya sumber dalam belajar, karena belajar yang mengena yaitu belajar karena kienginan diri sendiri serta pengalaman yang dialami. Kemudian seorang akan belajar secara signifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat atau menumbuhkan “self”nya. Hal ini menjadikan manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan. Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik, dan adanya perbedaan persepsi atau pendapat diakomodir.

Kesimpulannya dari materi ini sebagai berikut:

Inovasi pembelajaran merupakan suatu model terbaru dalam pengajaran suatu materi terhadap peserta didik agar tujuan peembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Latar belakang adanya inovasi pembelajaran yaitu adanya perubahan sosial yang menjadikan seorang guru harus mmiliki kemampuan tersendiri agar pembelajaran dapat berlagsung sesuai dengan keadaan alam. Teori modern otak menekankan agar pembelajarn di Indonesia tidak menekankan pada otak belahan kiri saja, akan tetapi keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sangat penting.

Belajar dan pembelajaran sangat memerlukan suatu konsep terentu. Pembelajaran menggunakan konsep kontekstual dengan tujuan agar pembelajaran yang berlangsung dapat seimbang yaitu guru dan siswa sama-sama aktif dalam belajar.

Saat ini Indonesia telah memasuki abad ke 21. Dimana masyarakatnya menghendaki suatu proses yang instant dan hasil yang memuaskan. Hal itu dapat kita rasakan sendiri dalam dunia sosial kemasyarakatan, bisnis bahkan di dunia pendidikan kita telah permudahkan sendiri agar mendapatkan hasil yang optimal tanpa diimbangi dengan proses yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dunia pendidikan. Internet merupakan contoh nyata yang dapat mempermudahkan proses belajar teapi apabila tidak dapat menyikapi dengan benar maka lambat laun kualitas dunia pendidikan kita ini akan semakin merosot. Hal ini terjadi karena sebagian besar dari pengguna intrernet hanya melakukan ”copy paste” tanpa merubah isinya.

Dalam menjalani hidup seharusnya kita mampu menciptakan sendiri suasana baru yang belum pernah dilakukan oleh orang lain agar tujuan kita dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Inilah yang dikenal dengan istilah inovasi. Sehingga pada kesempatan kali ini, kami akan berusaha menguraikan materi tentang inovasi pembelajaran.

Latar Belakang Adanya Inovasi Pembelajaran

Saat ini Indonesia telah mengikuti arus modernisasi serta arus globalisasi yang merupakan awal pertama kali seluruh perhatian manusia tertuju pada perubahan sosial. Kemajuan teknologi yang sangat pesat telah merubah pola kehidupan ini, sarana prasarana kehidupan berubah, pola konsumenisme meningkat dengan pesatnya bahkan sistem pendidikan juga ikut berubah. Dampak perubahan sosial yaitu semakin meningkatnya kepekaan dan kesadaran masyarakat akan permasalahan sosial yang ada di lingkungannya. Misalnya keika ada konflik antar agama, maka dari semua kalangan ( pelajar, pemuka agama, tokoh masyarakat, dll) terjun ke lapangan untuk menyelesiakan konflik.

Perubahan sosial merupakan perubahan perilaku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu maupun organisasi. Perubahan sosial ini berdampak pada paradigma pembelajaran (instructional). Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar karena masih banyak sumber yang dapat dijadikan sumber belajar, seperti lingkungan sosial, internet bahkan teman sejawat bisa dijadikan acuan dalam belajar. Guru hanya sebagai fasilitaor dan komunikator. Fasilitator bermaksud hanya sebagai fasilitas penyedia kebutuhan yang diperlukan oleh siswa, sedangkan komunikator maksudnya mengolah pesan dan menentukan pesan agar pesan dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Kajian post modern teori otak dan implementasinya dalam pembelajaran

Otak merupakan pusat software yang ada dalam tubuh manusia yang merupakan pusat dari kegiatan kerja tubuh kita ini. Otak terbagi menjadi dua bagian yaitu otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Otak belahan bagian kanan berfungsi sebagai pengatur kerja tubuh bagian kiri, mengatur akan adanya bakat, keindahan, dan melukis. Otak bagian kanan berfikir secara abstrak ( sesuatu yang ada dalam hayalan) serta merupakan pusat imajinasi. Otak belahan kiri merupakan belahan otak yang sering kita gunakan yaitu sebagai pusat berfikir secara logis. Biasanya pada pembelajaran di Indonesia cenderung mengoptimalkan oak belahan kiri. Pengoptimalan kerja otak belahan kiri pada negara Indonesia karena sewaktu masih kecil, anak-anak Indonesia cenderung mendapatkan teguran dari oorang tuanya dalam berbuat sesuatu. Misalnya, ”Nak, kamu jangan melakukan itu karena berbahaya”, ”Nak, kamu jangan membongkar mobil-mobilan itu karena kamu tidak bisa memperbaikinya lagi” dan banyak larangan yang diberiakn pada anak

Kajian post modern teori otak merupakan suatu kajian yang mengoptimalkan kerja manusia yang berpusat pada otak. Hal ini dimaksudkan bahwa otak benar-benar bekerja untuk menguasai proses pembelajaran. Hal ini dilaksanakan karena selama ini sering kita dengar bahwa peran teknologi modern telah mampu melumpuhkan kerja otak manusia. Post modern teori otak akan menyeimbangkan proses belajar siswa antara kerja otak belahan kanan dan otak belahan kiri tanpa meninggalkan teknologi yang ada.

Penyeimbangan kerja otak belahan kiri dan kanan dapat dilakukan ketika pembelajaran yaitu dengan belajar sambil bermain. Dimana pembelajaran tetap menggunakan pemikiran yang logis akan tetapi anak yang merupakan masa bermain tetap dapat menikmati permainan sesuai dengan usianya. Pembelajaran dan permainan yang sekaligus dapat dilakukan misalnya bermain tebak-tebakan atau menggambar binatang kemudian menyebutkan bagian-bagian dari struktur tubuh hewan tersebut.

Individu anak sebagai pribadi

Anak merupakan individu yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Masa pertumbuhan merupakan adanya perubahan pada fisik anak, seperti perubahan bentuk tubuh yang semakin tinggi, gemuk, rambut yang panjang dan lain sebagainya, sedangkan perkembangan merupakan semakin matangnya tingkat emosional pada diri anak. Pertumbuhan pada setiap individu sangat berbeda. Ketika masih di SD pertumbuhan yang pesat terjadi pada anak perempuan dan pertumbuhan itu tidak tentu sama antara anak yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan pertumbuhan yang pesat pada anak laki-laki terjadi ketika mereka memasuki bangku SMP. Tinggi badan yang sangat menonjol perubahannya, suara yang semakin besar serta adanya jangkun yang ada di leher depan menandakan masa pertumbuhan pada diri anak tersebut.

Perkembangan pada anak tediri dalam perkembangan kognitif, serta perkembangan psikososial. Setiap anak tentu berbeda tingkat kematangan kognitifnya yang pada akhirnya akan menentukan perbedaan kesiapan dalam belajar anak. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sekitar juga berbeda. Ada anak yang bisa dengan mudah menyesuaikan denngan keadaan lingkungannya dan ada juga anak yang tidak bisa hidup bermasyarakat. Dengan adanya perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak, maka seorang guru harus mampu menyadari perbedaan tersebut ketika anak sedang belajar serta seorang guru harus bisa mengkondisikan anak dapat belajar dengan nyaman serta anak tidak minder dengan perbedaan tersebut.

Pebelajar adalah pribadi unik

Anak merupakan suatu individu yang cepat mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan emosinalnya. Dalam penjelasan anak sebagai pribadi, maka kita dapat mengetahui bahwa pertumbuhan serta perkembangan pada sesama anakpun berbeda apalagi jika kita melihat perbedaan antara anak dengan orang dewasa tentu sagat berbeda. Perbedaan itu menjadikan suatu keunikan tesendiri pada anak. Dimana perbedaan fisik serta emosional pada anak sangat menentukan pola tingkah laku anak dalam belajar. Misalnya, ketika anak belajar menghitung pada pelajaran matematika maka respon setiap anak berbeda. Ada anak yang dengan cepatnya mengerjakan soal tersebut dengan metode yang sangat sederhana, ada yang harus menyendiri agar dapat mengerjakan dan ada yang sangat parah yaitu ada anak yang tidak dapat mengerjakan sehingga harus dituntun oleh gurunya ketika mengerjakan.

Perbedaan pada anak yang menjadikan karakterisitik tersendiri serta menjadi keunikan pada diri anak menjadikan tantangan tersendiri ketika guru harus menyampikan materi pelajaran pada anak. Guru yang hanya seorang diri tentu saja tidak dapat menyesuaikan karakter peserta didiknya yang berbeda-beda. Disini guru harus bisa mengkondisikan agar peserta didik yang jumlahnya banyak mampu terbawa ke arus pemikiran dan cara belajar gurunya. Dengan adanya penyesuian pesera didik terhadap gurunya dimungkinkan pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Pengertian Inovasi

Pada era modern dan globalisasi saat ini tentu saja kita tidak asing dengan kata inovasi. Inovasi banyak dilakukan dalam berbagai bidang, misalnya bidang sosial kemasyarakatan, system pemerintahan bahkan pada dunia kita yaitu dunia pendidikan telah menerapkan inovasi. Secara epistemologi, inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbarui dan mengubah. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju ke arah perbaikan; yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana. ( Fuad Ihsan, 2003 : 191 ) .

Pengertian inovasi menurut para ahli sebagai berikut.

Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter F. Drucker dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumber daya produksi baru maupun pengolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan modal (Peter F. Drucker, innovation and entrepreneurship).

Inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi ataupun intangible) yang memiliki nilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu (Edquist, 2001, 1999);

Pendapat lain yaitu, inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 1997);

Rosenfeld, 2002 juga membubuhi bahwa inovasi merupakan transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru.

Dari pendapat para ahli tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu pembaharuan sistm yang dilakukan oleh masyarakat deni tercapainya suatu tujuan tertentu.

Ciri- ciri inovasi menurut Everett M. Rogers sebagai berikut.

a. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap mnguntungkan bagi penerimananya. Tingkat keuntungan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonomi, faktor status sosial, kesenangan, kepuasan, atau mempunyai komponen yang sangat penting makin menguntungkan, bagi penerimaan makin cepat tersebarnya inovasi. Contohnya mengajar matematika yang dahulu selalu tegang dan tenang maka dengan adanya inovasi pembelajarn, pelajarn matematika dapat diajarkan sambil bermain bahkan sambk bernyanyi. Disini pembelajaran dikatakan telah nelakukan inovasi karena ada keuntungan berupa pembelajaran yang menyenangkan dan memuaskan bagi peserta didik.

b. Kompatible (compatibility), yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepatinovasi yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

c. Kompleksitas (cmpexity), yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimanya. Inovasi yang mudah dimengeri oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan yang sulit dimengeri maka akan sukar tersebar. Misalkan teory pembelajaran humanisme ( memanusiakan manusia) saat ini digunakan oleh dunia pendidikan karena mudah dipahani sedangkan teori pembelajaran kooperatif yang sejak tahun 1975 sudah ada sampai saat ini belum digunakan karena teori tersebut susah untuk dapahani.

d. Trialbilitas (trialbility), yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.

e. Dapa diamati (observasi), mudah atau tidaknya suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilya mudah diamati maka akan mudah diterima daripada yang sukat diamati. Misalnya, mengajak para pengamen untuk belajar maka tidak akan cepat diikuti karena tidak cepat melihat hasilnya secara nyata.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru. Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakangnya, akademisnya, latar belakang social ekonominya dll. Pengertian pembelajaran menurut para ahli sebagai berikut.

Pengertian pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondidi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.

Pendapat lain menurut William H Burton, pembelajaran adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.

Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005, juga memberkan pendapat bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Dari pendapat diatas terdapat perbedaan pendapat tentang pembelajaran. Corey menekankan bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses yang disengaja agar orang berperan aktif terhadap kondisi yang ada, sedangkan menurut William B Burton, pembelajaran merupakan suatu stimulus agar siswa mengikuti kegiatan belajar. Dimyati & Mudjiono menekankan kegiatan yang teprogram pada guru dalam penyediaan sumber belajar pada siswa. Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan proses belajar.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Inovasi merupakan suatu sistem untuk mencapai tujuan, sedangkan pembelajan merupakan suatu proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan belajar. Jadi inovasi pembelajaran yaitu suatu sistem yang dirancang sendiri oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar tujuan belajar dapat tercapai serta siswa mampu merespon pembelajaran dengan baik.

Konsep Belajar dan Pembelajar

Konsep Belajar

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu. Menurut Witherington, 1952 menyebutkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman.

Belajar bukanlah suatu hal yang instan langsung jadi akan tetapi belajar memerlukan proses yang berkesinambungan dan melalui tahapan tertentu. Seseorang dapat dikatakan sedang mengalami proses belajar karena orang tersebut sedang dalam tahap penyesuaian dengan hal atau keadaan baru. Dengan adanya keadaan baru maka orang tersebut mengalami pergolakan dalam dirinya sera berbagai macam rintagan yang menghadang. Apabila orang tersebut mampu menghadapi berbagai rintangan dengan sempurna maka dapat dikatakan bahwa proses belajarnya sukses dan apabila tidak mampu mengalahkan rintangan maka proses belajarnya gagal.

Konsep Pembelajaran

Konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum sekelompok objek, peristiwa atau fenomena lainnya Konsep pembelajaran yang ada di Indonsia menggunakan konsep kontekstual yaitu suatu strategi dalam pembelajaran dimana siswa dan guru saling aktif agar tujuan pembelajaran dapa tercapai dengan seimbang. Bentuk dari konsep pembelajaran kontekstual sebagai berikut.

a. Konstruktivsme (membangun). Belajar merupakan proses membangun pengetahuan yang abstrak dari dalam diri individu menjadi pengetahuan yang konkret didasari oleh pengalaman belajar yang realitas sehingga dapat diterima oleh akal pikiran yang sesuai dengan pola berpikir yang dimiliki oleh masing-masimg individu. Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Mengkontruksi pengetahuan dilakukan dengan proses asimilasi dan akomodasi terhadap skema yang sudah ada. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan baru, menerapkan ide kemudian peserta didik diberi kebebasan untuk menggunakan strategi belajarnya sendiri agar mampu mencapai kepuasan dalam belajar serta tercapai kompetensi belajarnya tanpa adanya paksaan dari pendidik.

b. Inquiri merupakan proses belajar yang didasari oleh berfikir konkret dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga mendapatkan hasil yang nyata dan ada pembuktiannya. Proses belajar inquiri biasanya dilaksanakan dalam belajar memecahkan kasus dimana hal tersebut telah ada landasan teorinya. Proses belajar inquiri observasi biasanya dimulai dengan bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik simpulan Misalkan dalam pembelajaran IPA tentang vitamin. Dengan adanya landasan teori maka peserta didik dapat melakukan penelitian sederhana terhadap kandungan vitamin pada buah-buahan. Dengan penelitin sendiri maka peserta didik dapat dengan mudahnya menguasai materi pelajaran dan merasakan kepuasan tersendiri karena telah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

c. Pertanyaan. Hal ini berguna bagi guru untuk mendorong, membimbing dan menilai peserta didik; menggali informasi tentang pemahaman, perhatian, dan pengetahuan peserta didik. Bagi peserta didik berguna sebagai salah satu teknik dan strategi belajar. Pertanyaan yang diberikan kepada pesera didik sebaiknya pertanyaan yang berbobot sehingga ada rangsangan tersendiri supaya pesera didik mampu belajar lebih giat lagi. Guru juga harus memotivasi peserta didik untuk bertanya, dengan tujuan agar pesera didik lebih berani lagi dalam mengungkapkan hal-hal yang belum jelas dan menjadikan pesera didik lebih kritis terhadap pernyataan dari orang lain.

d.Kelompok Belajar. Kelompok belajar dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif. Kelompk belajar yang kondusif yaitu sekitar 3 sampai 6 anggota belajar. Hal ini digunakan digunakan agar peserta didik memiliki kemampuan solidaritas dan sosial yang tinggi, mampu mengembangkan komunikasinya serta mampu mengadaptasikan diri dengan pola belajar orang lain yang tentu tidak sama dengan pola belajar pada peserta didik tersebut.

e. Modelling (menjadi contoh). Tugas menjadi guru memang tugas yang mulia akan tetapi juga sangat beresiko karena biasanya dari segi penampilan hingga segi karakter, seorang guru telah dijadikan suri tauladan bagi peserta didik. Seorang guru harus aktif serta kreatif mencari informasi terbaru serta mendemonstrasikan kepada siswa ketika pembelajaran berlangsung agar peserta didik menjadi tertarik dan akhirnya mencontoh keaktifan guru dalam belajar.

f. Refleksi, yaitu tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari. Sehingga ada respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru. Hasilnya nanti merupakan konstruksi pengetahuan yang baru. Bentuknya dapat berupa kesan, catatan atau hasil karya yang dapat memberikan imbal balik.

g. Autentik Assasment, yaitu menilai sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hal ini berlangsung selama proses pembelajaran secara terintegrasi. Pada unsur ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu test dan non-test. Alternative bentuk yang dapat dilakukan kinerja, observasi, portofolio, atau jurnal.

Seorang ahli yang bernama Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran lain daripada konsep pembelajaran konstektual yaitu “Student Centered Learning (SCL)” yang intinya yaitu :

Kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya. Disini posisi guru bukanlah satu-satunya sumber dalam belajar, karena belajar yang mengena yaitu belajar karena kienginan diri sendiri serta pengalaman yang dialami. Kemudian seorang akan belajar secara signifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat atau menumbuhkan “self”nya. Hal ini menjadikan manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan. Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik, dan adanya perbedaan persepsi atau pendapat diakomodir.

Kesimpulannya dari materi ini sebagai berikut:

Inovasi pembelajaran merupakan suatu model terbaru dalam pengajaran suatu materi terhadap peserta didik agar tujuan peembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Latar belakang adanya inovasi pembelajaran yaitu adanya perubahan sosial yang menjadikan seorang guru harus mmiliki kemampuan tersendiri agar pembelajaran dapat berlagsung sesuai dengan keadaan alam. Teori modern otak menekankan agar pembelajarn di Indonesia tidak menekankan pada otak belahan kiri saja, akan tetapi keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sangat penting.

Belajar dan pembelajaran sangat memerlukan suatu konsep terentu. Pembelajaran menggunakan konsep kontekstual dengan tujuan agar pembelajaran yang berlangsung dapat seimbang yaitu guru dan siswa sama-sama aktif dalam belajar.

Saat ini Indonesia telah memasuki abad ke 21. Dimana masyarakatnya menghendaki suatu proses yang instant dan hasil yang memuaskan. Hal itu dapat kita rasakan sendiri dalam dunia sosial kemasyarakatan, bisnis bahkan di dunia pendidikan kita telah permudahkan sendiri agar mendapatkan hasil yang optimal tanpa diimbangi dengan proses yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dunia pendidikan. Internet merupakan contoh nyata yang dapat mempermudahkan proses belajar teapi apabila tidak dapat menyikapi dengan benar maka lambat laun kualitas dunia pendidikan kita ini akan semakin merosot. Hal ini terjadi karena sebagian besar dari pengguna intrernet hanya melakukan ”copy paste” tanpa merubah isinya.

Dalam menjalani hidup seharusnya kita mampu menciptakan sendiri suasana baru yang belum pernah dilakukan oleh orang lain agar tujuan kita dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Inilah yang dikenal dengan istilah inovasi. Sehingga pada kesempatan kali ini, kami akan berusaha menguraikan materi tentang inovasi pembelajaran.

Latar Belakang Adanya Inovasi Pembelajaran

Saat ini Indonesia telah mengikuti arus modernisasi serta arus globalisasi yang merupakan awal pertama kali seluruh perhatian manusia tertuju pada perubahan sosial. Kemajuan teknologi yang sangat pesat telah merubah pola kehidupan ini, sarana prasarana kehidupan berubah, pola konsumenisme meningkat dengan pesatnya bahkan sistem pendidikan juga ikut berubah. Dampak perubahan sosial yaitu semakin meningkatnya kepekaan dan kesadaran masyarakat akan permasalahan sosial yang ada di lingkungannya. Misalnya keika ada konflik antar agama, maka dari semua kalangan ( pelajar, pemuka agama, tokoh masyarakat, dll) terjun ke lapangan untuk menyelesiakan konflik.

Perubahan sosial merupakan perubahan perilaku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu maupun organisasi. Perubahan sosial ini berdampak pada paradigma pembelajaran (instructional). Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar karena masih banyak sumber yang dapat dijadikan sumber belajar, seperti lingkungan sosial, internet bahkan teman sejawat bisa dijadikan acuan dalam belajar. Guru hanya sebagai fasilitaor dan komunikator. Fasilitator bermaksud hanya sebagai fasilitas penyedia kebutuhan yang diperlukan oleh siswa, sedangkan komunikator maksudnya mengolah pesan dan menentukan pesan agar pesan dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Kajian post modern teori otak dan implementasinya dalam pembelajaran

Otak merupakan pusat software yang ada dalam tubuh manusia yang merupakan pusat dari kegiatan kerja tubuh kita ini. Otak terbagi menjadi dua bagian yaitu otak bagian kanan dan otak bagian kiri. Otak belahan bagian kanan berfungsi sebagai pengatur kerja tubuh bagian kiri, mengatur akan adanya bakat, keindahan, dan melukis. Otak bagian kanan berfikir secara abstrak ( sesuatu yang ada dalam hayalan) serta merupakan pusat imajinasi. Otak belahan kiri merupakan belahan otak yang sering kita gunakan yaitu sebagai pusat berfikir secara logis. Biasanya pada pembelajaran di Indonesia cenderung mengoptimalkan oak belahan kiri. Pengoptimalan kerja otak belahan kiri pada negara Indonesia karena sewaktu masih kecil, anak-anak Indonesia cenderung mendapatkan teguran dari oorang tuanya dalam berbuat sesuatu. Misalnya, ”Nak, kamu jangan melakukan itu karena berbahaya”, ”Nak, kamu jangan membongkar mobil-mobilan itu karena kamu tidak bisa memperbaikinya lagi” dan banyak larangan yang diberiakn pada anak

Kajian post modern teori otak merupakan suatu kajian yang mengoptimalkan kerja manusia yang berpusat pada otak. Hal ini dimaksudkan bahwa otak benar-benar bekerja untuk menguasai proses pembelajaran. Hal ini dilaksanakan karena selama ini sering kita dengar bahwa peran teknologi modern telah mampu melumpuhkan kerja otak manusia. Post modern teori otak akan menyeimbangkan proses belajar siswa antara kerja otak belahan kanan dan otak belahan kiri tanpa meninggalkan teknologi yang ada.

Penyeimbangan kerja otak belahan kiri dan kanan dapat dilakukan ketika pembelajaran yaitu dengan belajar sambil bermain. Dimana pembelajaran tetap menggunakan pemikiran yang logis akan tetapi anak yang merupakan masa bermain tetap dapat menikmati permainan sesuai dengan usianya. Pembelajaran dan permainan yang sekaligus dapat dilakukan misalnya bermain tebak-tebakan atau menggambar binatang kemudian menyebutkan bagian-bagian dari struktur tubuh hewan tersebut.

Individu anak sebagai pribadi

Anak merupakan individu yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Masa pertumbuhan merupakan adanya perubahan pada fisik anak, seperti perubahan bentuk tubuh yang semakin tinggi, gemuk, rambut yang panjang dan lain sebagainya, sedangkan perkembangan merupakan semakin matangnya tingkat emosional pada diri anak. Pertumbuhan pada setiap individu sangat berbeda. Ketika masih di SD pertumbuhan yang pesat terjadi pada anak perempuan dan pertumbuhan itu tidak tentu sama antara anak yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan pertumbuhan yang pesat pada anak laki-laki terjadi ketika mereka memasuki bangku SMP. Tinggi badan yang sangat menonjol perubahannya, suara yang semakin besar serta adanya jangkun yang ada di leher depan menandakan masa pertumbuhan pada diri anak tersebut.

Perkembangan pada anak tediri dalam perkembangan kognitif, serta perkembangan psikososial. Setiap anak tentu berbeda tingkat kematangan kognitifnya yang pada akhirnya akan menentukan perbedaan kesiapan dalam belajar anak. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sekitar juga berbeda. Ada anak yang bisa dengan mudah menyesuaikan denngan keadaan lingkungannya dan ada juga anak yang tidak bisa hidup bermasyarakat. Dengan adanya perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak, maka seorang guru harus mampu menyadari perbedaan tersebut ketika anak sedang belajar serta seorang guru harus bisa mengkondisikan anak dapat belajar dengan nyaman serta anak tidak minder dengan perbedaan tersebut.

Pebelajar adalah pribadi unik

Anak merupakan suatu individu yang cepat mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan emosinalnya. Dalam penjelasan anak sebagai pribadi, maka kita dapat mengetahui bahwa pertumbuhan serta perkembangan pada sesama anakpun berbeda apalagi jika kita melihat perbedaan antara anak dengan orang dewasa tentu sagat berbeda. Perbedaan itu menjadikan suatu keunikan tesendiri pada anak. Dimana perbedaan fisik serta emosional pada anak sangat menentukan pola tingkah laku anak dalam belajar. Misalnya, ketika anak belajar menghitung pada pelajaran matematika maka respon setiap anak berbeda. Ada anak yang dengan cepatnya mengerjakan soal tersebut dengan metode yang sangat sederhana, ada yang harus menyendiri agar dapat mengerjakan dan ada yang sangat parah yaitu ada anak yang tidak dapat mengerjakan sehingga harus dituntun oleh gurunya ketika mengerjakan.

Perbedaan pada anak yang menjadikan karakterisitik tersendiri serta menjadi keunikan pada diri anak menjadikan tantangan tersendiri ketika guru harus menyampikan materi pelajaran pada anak. Guru yang hanya seorang diri tentu saja tidak dapat menyesuaikan karakter peserta didiknya yang berbeda-beda. Disini guru harus bisa mengkondisikan agar peserta didik yang jumlahnya banyak mampu terbawa ke arus pemikiran dan cara belajar gurunya. Dengan adanya penyesuian pesera didik terhadap gurunya dimungkinkan pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Pengertian Inovasi

Pada era modern dan globalisasi saat ini tentu saja kita tidak asing dengan kata inovasi. Inovasi banyak dilakukan dalam berbagai bidang, misalnya bidang sosial kemasyarakatan, system pemerintahan bahkan pada dunia kita yaitu dunia pendidikan telah menerapkan inovasi. Secara epistemologi, inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan dan perubahan. Kata kerjanya innovo yang artinya memperbarui dan mengubah. Inovasi ialah suatu perubahan yang baru menuju ke arah perbaikan; yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana. ( Fuad Ihsan, 2003 : 191 ) .

Pengertian inovasi menurut para ahli sebagai berikut.

Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter F. Drucker dalam bukunya Innovation and Entrepreneurship mengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumber daya produksi baru maupun pengolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi untuk menciptakan modal (Peter F. Drucker, innovation and entrepreneurship).

Inovasi adalah ciptaan-ciptaan baru (dalam bentuk materi ataupun intangible) yang memiliki nilai ekonomi yang berarti (signifikan), yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau kadang-kadang oleh para individu (Edquist, 2001, 1999);

Pendapat lain yaitu, inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 1997);

Rosenfeld, 2002 juga membubuhi bahwa inovasi merupakan transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru.

Dari pendapat para ahli tersebut, maka saya dapat menyimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu pembaharuan sistm yang dilakukan oleh masyarakat deni tercapainya suatu tujuan tertentu.

Ciri- ciri inovasi menurut Everett M. Rogers sebagai berikut.

a. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap mnguntungkan bagi penerimananya. Tingkat keuntungan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonomi, faktor status sosial, kesenangan, kepuasan, atau mempunyai komponen yang sangat penting makin menguntungkan, bagi penerimaan makin cepat tersebarnya inovasi. Contohnya mengajar matematika yang dahulu selalu tegang dan tenang maka dengan adanya inovasi pembelajarn, pelajarn matematika dapat diajarkan sambil bermain bahkan sambk bernyanyi. Disini pembelajaran dikatakan telah nelakukan inovasi karena ada keuntungan berupa pembelajaran yang menyenangkan dan memuaskan bagi peserta didik.

b. Kompatible (compatibility), yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepatinovasi yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada.

c. Kompleksitas (cmpexity), yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimanya. Inovasi yang mudah dimengeri oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan yang sulit dimengeri maka akan sukar tersebar. Misalkan teory pembelajaran humanisme ( memanusiakan manusia) saat ini digunakan oleh dunia pendidikan karena mudah dipahani sedangkan teori pembelajaran kooperatif yang sejak tahun 1975 sudah ada sampai saat ini belum digunakan karena teori tersebut susah untuk dapahani.

d. Trialbilitas (trialbility), yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima.

e. Dapa diamati (observasi), mudah atau tidaknya suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilya mudah diamati maka akan mudah diterima daripada yang sukat diamati. Misalnya, mengajak para pengamen untuk belajar maka tidak akan cepat diikuti karena tidak cepat melihat hasilnya secara nyata.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan atau nilai yang baru. Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan dasarnya, motivasinya, latar belakangnya, akademisnya, latar belakang social ekonominya dll. Pengertian pembelajaran menurut para ahli sebagai berikut.

Pengertian pembelajaran menurut Corey (1986:195) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondidi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.

Pendapat lain menurut William H Burton, pembelajaran adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar.

Dimyati & Mudjiono dalam Sagala, 2005, juga memberkan pendapat bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

Dari pendapat diatas terdapat perbedaan pendapat tentang pembelajaran. Corey menekankan bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses yang disengaja agar orang berperan aktif terhadap kondisi yang ada, sedangkan menurut William B Burton, pembelajaran merupakan suatu stimulus agar siswa mengikuti kegiatan belajar. Dimyati & Mudjiono menekankan kegiatan yang teprogram pada guru dalam penyediaan sumber belajar pada siswa. Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan proses belajar.

Pengertian Inovasi Pembelajaran

Inovasi merupakan suatu sistem untuk mencapai tujuan, sedangkan pembelajan merupakan suatu proses yang secara sengaja dirancang oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar siswa merespon kondisi yang ada dengan belajar. Jadi inovasi pembelajaran yaitu suatu sistem yang dirancang sendiri oleh pengajar dalam memberikan stimulus kepada siswa agar tujuan belajar dapat tercapai serta siswa mampu merespon pembelajaran dengan baik.

Konsep Belajar dan Pembelajar

Konsep Belajar

Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku manusia dari yang tidak tahu menjadi tahu. Menurut Witherington, 1952 menyebutkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman.

Belajar bukanlah suatu hal yang instan langsung jadi akan tetapi belajar memerlukan proses yang berkesinambungan dan melalui tahapan tertentu. Seseorang dapat dikatakan sedang mengalami proses belajar karena orang tersebut sedang dalam tahap penyesuaian dengan hal atau keadaan baru. Dengan adanya keadaan baru maka orang tersebut mengalami pergolakan dalam dirinya sera berbagai macam rintagan yang menghadang. Apabila orang tersebut mampu menghadapi berbagai rintangan dengan sempurna maka dapat dikatakan bahwa proses belajarnya sukses dan apabila tidak mampu mengalahkan rintangan maka proses belajarnya gagal.

Konsep Pembelajaran

Konsep adalah suatu abstraksi yang menggambarkan ciri-ciri umum sekelompok objek, peristiwa atau fenomena lainnya Konsep pembelajaran yang ada di Indonsia menggunakan konsep kontekstual yaitu suatu strategi dalam pembelajaran dimana siswa dan guru saling aktif agar tujuan pembelajaran dapa tercapai dengan seimbang. Bentuk dari konsep pembelajaran kontekstual sebagai berikut.

a. Konstruktivsme (membangun). Belajar merupakan proses membangun pengetahuan yang abstrak dari dalam diri individu menjadi pengetahuan yang konkret didasari oleh pengalaman belajar yang realitas sehingga dapat diterima oleh akal pikiran yang sesuai dengan pola berpikir yang dimiliki oleh masing-masimg individu. Belajar berarti menyediakan kondisi agar memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Mengkontruksi pengetahuan dilakukan dengan proses asimilasi dan akomodasi terhadap skema yang sudah ada. Peserta didik menemukan ide dan pengetahuan baru, menerapkan ide kemudian peserta didik diberi kebebasan untuk menggunakan strategi belajarnya sendiri agar mampu mencapai kepuasan dalam belajar serta tercapai kompetensi belajarnya tanpa adanya paksaan dari pendidik.

b. Inquiri merupakan proses belajar yang didasari oleh berfikir konkret dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga mendapatkan hasil yang nyata dan ada pembuktiannya. Proses belajar inquiri biasanya dilaksanakan dalam belajar memecahkan kasus dimana hal tersebut telah ada landasan teorinya. Proses belajar inquiri observasi biasanya dimulai dengan bertanya, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik simpulan Misalkan dalam pembelajaran IPA tentang vitamin. Dengan adanya landasan teori maka peserta didik dapat melakukan penelitian sederhana terhadap kandungan vitamin pada buah-buahan. Dengan penelitin sendiri maka peserta didik dapat dengan mudahnya menguasai materi pelajaran dan merasakan kepuasan tersendiri karena telah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

c. Pertanyaan. Hal ini berguna bagi guru untuk mendorong, membimbing dan menilai peserta didik; menggali informasi tentang pemahaman, perhatian, dan pengetahuan peserta didik. Bagi peserta didik berguna sebagai salah satu teknik dan strategi belajar. Pertanyaan yang diberikan kepada pesera didik sebaiknya pertanyaan yang berbobot sehingga ada rangsangan tersendiri supaya pesera didik mampu belajar lebih giat lagi. Guru juga harus memotivasi peserta didik untuk bertanya, dengan tujuan agar pesera didik lebih berani lagi dalam mengungkapkan hal-hal yang belum jelas dan menjadikan pesera didik lebih kritis terhadap pernyataan dari orang lain.

d.Kelompok Belajar. Kelompok belajar dilakukan melalui pembelajaran kolaboratif. Kelompk belajar yang kondusif yaitu sekitar 3 sampai 6 anggota belajar. Hal ini digunakan digunakan agar peserta didik memiliki kemampuan solidaritas dan sosial yang tinggi, mampu mengembangkan komunikasinya serta mampu mengadaptasikan diri dengan pola belajar orang lain yang tentu tidak sama dengan pola belajar pada peserta didik tersebut.

e. Modelling (menjadi contoh). Tugas menjadi guru memang tugas yang mulia akan tetapi juga sangat beresiko karena biasanya dari segi penampilan hingga segi karakter, seorang guru telah dijadikan suri tauladan bagi peserta didik. Seorang guru harus aktif serta kreatif mencari informasi terbaru serta mendemonstrasikan kepada siswa ketika pembelajaran berlangsung agar peserta didik menjadi tertarik dan akhirnya mencontoh keaktifan guru dalam belajar.

f. Refleksi, yaitu tentang cara berpikir apa yang baru dipelajari. Sehingga ada respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru. Hasilnya nanti merupakan konstruksi pengetahuan yang baru. Bentuknya dapat berupa kesan, catatan atau hasil karya yang dapat memberikan imbal balik.

g. Autentik Assasment, yaitu menilai sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hal ini berlangsung selama proses pembelajaran secara terintegrasi. Pada unsur ini dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu test dan non-test. Alternative bentuk yang dapat dilakukan kinerja, observasi, portofolio, atau jurnal.

Seorang ahli yang bernama Carl R Rogers (1951) mengajukan konsep pembelajaran lain daripada konsep pembelajaran konstektual yaitu “Student Centered Learning (SCL)” yang intinya yaitu :

Kita tidak bisa mengajar orang lain tetapi kita hanya bisa menfasilitasi belajarnya. Disini posisi guru bukanlah satu-satunya sumber dalam belajar, karena belajar yang mengena yaitu belajar karena kienginan diri sendiri serta pengalaman yang dialami. Kemudian seorang akan belajar secara signifikan hanya pada hal-hal yang dapat memperkuat atau menumbuhkan “self”nya. Hal ini menjadikan manusia tidak bisa belajar kalau berada dibawah tekanan. Pendidikan akan membelajarkan peserta didik secara signifkan bila tidak ada tekanan terhadap peserta didik, dan adanya perbedaan persepsi atau pendapat diakomodir.

Kesimpulannya dari materi ini sebagai berikut:

Inovasi pembelajaran merupakan suatu model terbaru dalam pengajaran suatu materi terhadap peserta didik agar tujuan peembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Latar belakang adanya inovasi pembelajaran yaitu adanya perubahan sosial yang menjadikan seorang guru harus mmiliki kemampuan tersendiri agar pembelajaran dapat berlagsung sesuai dengan keadaan alam. Teori modern otak menekankan agar pembelajarn di Indonesia tidak menekankan pada otak belahan kiri saja, akan tetapi keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sangat penting.

Belajar dan pembelajaran sangat memerlukan suatu konsep terentu. Pembelajaran menggunakan konsep kontekstual dengan tujuan agar pembelajaran yang berlangsung dapat seimbang yaitu guru dan siswa sama-sama aktif dalam belajar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 5 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: