Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdan Syakura

maju perut pantat mundur!!

Membangun Model Pendidikan yang Akan Melahirkan Sumber Daya Manusia Berkualitas

OPINI | 07 October 2010 | 04:14 Dibaca: 314   Komentar: 2   0

bagi manusia pendidikan sangat penting bagi proses perwujudan pembentukan diri secara utuh, dalam arti pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan semua komitmen manusia secara individu, mahluk sosial dan mahluk tuhan.

Kita memasuki abad ke-21, yang akan di perkirakan manusia mengalami kemajuan yang spektakuler, Khususnya di bidang tehnologi dan informatika, jaman ini di sebut globalisasi. Adapun dampak dari kemajuan ini persaingan dan perlombaaan antar sesama manusia semakin ketat dan semakin canggih. Siapa yang unggul dalam menguasai tahnologi dan dialah yang menang dan sukses. Oleh karena itu manusia harus melengkapi dirinya dengan kompetensi yang tinggi, baik kompetensi intelektual maupun keahlian khusus. Baik kompetensi olah pikir dan olah batin maupun kompetensi olah tangan maupun olah kaki (produksi dan manajemen) untuk memiliki itu semua tidak ada jalan lain yang harus dilewati kecuali hanya lewat pendidikan.

Dapat digambarkan beberapa model pendidikan yang ada sampai saat ini :

  1. model pendidikan madrasah, yaitu pendidikan yang berbasis pada agama secara penuh (hususnya agama islam),

  2. Model pendidikan umum, yaitu pendidikan yang berbasis pada ilmu,

  3. Model pendidikan taman siswa, yaitu yang berbasis pada ilmu-ilmu umum (barat) tetapi tetap kokoh memegang budaya indonesia,

  4. Model pendidikan muhammadiyah, yaitu berbasis pada agama islam tetapi juga menerima ilmu-ilmu umum (barat),

  5. model pendidikan kejurusan dan keterampilan, yaitu berbasis pada keterampilan dan keahlian tertentu,

  6. Model pendidikan gabungan, yaitu yang berbasis pada agama dan ilmu-ilmu umum (barat) serta keterampilan dan keahlian,

  7. Model pendidikan khusus, yaitu memegang peserta didik perempuan saja,

  8. Model pendidikan independen, yaitu artinya model pendidikanya mengikuti selera pengelolanya sepeti Azzaitun di Indramayu Jawa Barat,

  9. Model pendidikan liberal, model ini masih baru muncul akhir-akhir ini. Model ini benar-benar bebas spesific. Artinya tidak terikat pada aturan pemerintah (Diknas) maupun yang lain. Pendidikan model ini bebas menentukan sesuai denga visi dan misi pengelolaannya.

Masing-masing model tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan tertentu. Dan telah memberikan kontribusi kemajuan dan kecerdasan bangsa indonesia, namun apabila kita coba mengakui, maka akan terasa ada sesuatu yang kurang pada model pendidikan kita tersebut. Hal ini muncul setelah kita melihat dan merasakan mengapa bangsa kita belum merasakan kemakmuran dan kesejahtraan yang merata. Jadi ada sesuatu yang harus kita sempurnakan pada model dan sitem pendidikan kita, oleh karena itu yang paling esensial dari semua ini adalah bahasa pendidikan kita haruslah mendidik tiga aspek tersebut ;

  1. aspek intelektual- keilmuan,

  2. aspek emosial (rasa dan olah batin,

  3. aspek spiritual, yaitu nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa serta nilai-nilai agama, moral dan etika (budi pekeri yang luhur),

model pendidikan apapun yang kita pilih dan kita geluti, apabila ketiga aspek benar- benar didikan, Insya Allah kita akan berhasil mendidik sumber daya manusia yang berkualita (manusia yang unggul).

Tags: add new tag

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 8 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 9 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 12 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sikap Pabowo Terhadap Ahok & Bu Mega …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

GP Singarpura, Hamilton Luar Biasa Rosberg …

Hery | 8 jam lalu

Menguak Misteri Gua Jepang di Malang …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Bahaya Bateri Bekas …

Pan Bhiandra | 8 jam lalu

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: