Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kukuh Widyatmoko

menjadi manusia "out of the box" melalui mengolah informasi menjadi hal penuh makna

Menjadi Pribadi Handal

OPINI | 14 September 2010 | 08:42 Dibaca: 295   Komentar: 4   0

Perubahan makin cepat. Perubahan terjadi diberbagai lini kehidupan. Suara perubahan begitu gaduh. Perubahan-perubahan tersebut mampu menyeret pribadi-pribadi. Hanya pribadi handal mampu menyikapi secara positif gaduhnya perubahan.

Maka dari itu diperlukan pribadi handal di tengah-tengah pusaran perubahan social. Apa dan bagaimanakah pribadi handal. Marilah kita kupas rangkaian tiap huruf dari kata HANDAL. Selamat membaca kupasannya.

Hambatan selalu Ada

Membangun kehandalan, jalan yang tersedia banyak ditemukan lubang, batu-batu bear mulai kecil sampai besar, Jalan tanjakan dan turunan bahkan ada jurang. Itulah kondisi jalan selama membangun pribadi handal. Itu semua hambatan selama menempuh perjalanan menuju kehandalan.

Ajaklah diri untuk menghadapi hambatan

Jalan menuju kehandalan memang ada beberapa jalan tetapi jalan apa pun yang dilalui pasti ada hambatan sekecil apa pun bahkan sebesar apap pun. Meski pun kita pindah jalur hambatan tetap ada. Maka pilihan tindakan bijak adalah menghadapi setiap hambatan. Hambatan tidak bisa ditolak bahkan dihindari. Hambatan hanya bisa tidak ada jika dihadapai.

Niatkan diri untuk rela

Selama menempuh perjalanan dengan berbagai macam hambatan menyakitkan hati, membuat hati terasa kecewa. Dan, itu semua menguras tenaga. Tenaga fisik maupun psikologis dan mental. Maka jika kita menempuh perjanalan dengan setengah hati, bahkan dengan berat maka beban makin berat. Ada satu rumus agar beban terasa ringan yaitu merelakan diri untuk menerima hambatan. Terus, melaluinya dengan lepas.

Diri sendiri adalah hambatan terbesar

Hambatan dari luar sejatinya tidak ada yang besar atau kecil. Ukuran besar atau kecil hambatan membuat diri sendiri. Jika hambatan batu kecil, kita katakan besar maka hambatannya besar. Namun jika batu besar kita katakan kecil maka kita mampu memindahkan. Intinya diri sendirilah yang menjadi hambatan terbesar bukan orang lain. Bukan segala sesuatu diluar diri.

Asah hati untuk campur tangan Sang Pencipta

Selain hati yang menentukan ukuran besar kecilnya, hambatan lainnya adalah kerasnya hati. Hati kita keras terhadap campur tangan Sang Pencipta. Anda sudah berbuat baik tentu Sang Pencipta tidak tinggal diam. Namun sering kali kita menutup hati kita terhadap campur tagan Sang Pencipta. Maka kalimat yang keluar dari mulut kita adalah… Tuhan tidak tahu…tidak mendengar doa-doa ku..” bukalah hati dengan melembutkan hati terhadap campur tangan Sang Pencipta.

Lihatlah cara kerja Sang Pencipta

Dengan hati kita mulai lembut terhadap campur tangan Tuhan maka kita memiliki pengalaman luar biasa. Pengalaman campur tangan Sang Pencipta memang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Campur tangan Sang Pencipta hanya bisa dilihat dengan mata hati. Hanya bisa dirasakan. Kumpulan pengalaman tersebut jika dikumpulkan dan diyakini maka bisa dijalan pola. Kita mendapat anugerah untuk memahami pola kerja Sang Pencipta.

Penutup

Dengan memahami disposisi pribadi serta menangkap pola kerja Sang Pencipta maka pribadi HANDAL dapat terbangun.

*) Penulis

Kukuh Widyatmoko, M.Pd

Jalan Janti Barat C Dalam I no. 3 Malang 65148

Dosen Pascasarjana Prodi. PIPS Universitas Kanuruhan Malang , penulis lepas, kolomnis glorianet.org/kukuh, aktif menulis di kabarindonesia.com, pengisi siaran Solusi Agama Katolik di Prog. 1 94,6 FM RRI Malang, pengelola blog: sosiologioutofthebox.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: