Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kukuh Widyatmoko

menjadi manusia "out of the box" melalui mengolah informasi menjadi hal penuh makna

Menjadi Pribadi Handal

OPINI | 14 September 2010 | 08:42 Dibaca: 301   Komentar: 4   0

Perubahan makin cepat. Perubahan terjadi diberbagai lini kehidupan. Suara perubahan begitu gaduh. Perubahan-perubahan tersebut mampu menyeret pribadi-pribadi. Hanya pribadi handal mampu menyikapi secara positif gaduhnya perubahan.

Maka dari itu diperlukan pribadi handal di tengah-tengah pusaran perubahan social. Apa dan bagaimanakah pribadi handal. Marilah kita kupas rangkaian tiap huruf dari kata HANDAL. Selamat membaca kupasannya.

Hambatan selalu Ada

Membangun kehandalan, jalan yang tersedia banyak ditemukan lubang, batu-batu bear mulai kecil sampai besar, Jalan tanjakan dan turunan bahkan ada jurang. Itulah kondisi jalan selama membangun pribadi handal. Itu semua hambatan selama menempuh perjalanan menuju kehandalan.

Ajaklah diri untuk menghadapi hambatan

Jalan menuju kehandalan memang ada beberapa jalan tetapi jalan apa pun yang dilalui pasti ada hambatan sekecil apa pun bahkan sebesar apap pun. Meski pun kita pindah jalur hambatan tetap ada. Maka pilihan tindakan bijak adalah menghadapi setiap hambatan. Hambatan tidak bisa ditolak bahkan dihindari. Hambatan hanya bisa tidak ada jika dihadapai.

Niatkan diri untuk rela

Selama menempuh perjalanan dengan berbagai macam hambatan menyakitkan hati, membuat hati terasa kecewa. Dan, itu semua menguras tenaga. Tenaga fisik maupun psikologis dan mental. Maka jika kita menempuh perjanalan dengan setengah hati, bahkan dengan berat maka beban makin berat. Ada satu rumus agar beban terasa ringan yaitu merelakan diri untuk menerima hambatan. Terus, melaluinya dengan lepas.

Diri sendiri adalah hambatan terbesar

Hambatan dari luar sejatinya tidak ada yang besar atau kecil. Ukuran besar atau kecil hambatan membuat diri sendiri. Jika hambatan batu kecil, kita katakan besar maka hambatannya besar. Namun jika batu besar kita katakan kecil maka kita mampu memindahkan. Intinya diri sendirilah yang menjadi hambatan terbesar bukan orang lain. Bukan segala sesuatu diluar diri.

Asah hati untuk campur tangan Sang Pencipta

Selain hati yang menentukan ukuran besar kecilnya, hambatan lainnya adalah kerasnya hati. Hati kita keras terhadap campur tangan Sang Pencipta. Anda sudah berbuat baik tentu Sang Pencipta tidak tinggal diam. Namun sering kali kita menutup hati kita terhadap campur tagan Sang Pencipta. Maka kalimat yang keluar dari mulut kita adalah… Tuhan tidak tahu…tidak mendengar doa-doa ku..” bukalah hati dengan melembutkan hati terhadap campur tangan Sang Pencipta.

Lihatlah cara kerja Sang Pencipta

Dengan hati kita mulai lembut terhadap campur tangan Tuhan maka kita memiliki pengalaman luar biasa. Pengalaman campur tangan Sang Pencipta memang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Campur tangan Sang Pencipta hanya bisa dilihat dengan mata hati. Hanya bisa dirasakan. Kumpulan pengalaman tersebut jika dikumpulkan dan diyakini maka bisa dijalan pola. Kita mendapat anugerah untuk memahami pola kerja Sang Pencipta.

Penutup

Dengan memahami disposisi pribadi serta menangkap pola kerja Sang Pencipta maka pribadi HANDAL dapat terbangun.

*) Penulis

Kukuh Widyatmoko, M.Pd

Jalan Janti Barat C Dalam I no. 3 Malang 65148

Dosen Pascasarjana Prodi. PIPS Universitas Kanuruhan Malang , penulis lepas, kolomnis glorianet.org/kukuh, aktif menulis di kabarindonesia.com, pengisi siaran Solusi Agama Katolik di Prog. 1 94,6 FM RRI Malang, pengelola blog: sosiologioutofthebox.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 5 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 5 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 7 jam lalu

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 9 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: