Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hendry Jurex

simple life n crazy

Hal yang Menyebabkan Negara Bisa Hancur

OPINI | 09 September 2010 | 06:08 Dibaca: 431   Komentar: 0   0

Banyak orang mengatakan bahwa ciri2 orang sukses adalah orang yang selalu disiplin dalam setiap aspek kehidupannya,terutama disiplin waktu.Hal yang sama juga berlaku pada sebuah negara,karena negara berisi seluruh komponen rakyat yang ada di dalamnya.Salah satu kelemahan terbesar bangsa kita adalah kurangnya disiplin,baik itu disiplin lalu lintas,disiplin kerja,disiplin waktu,bahkan untuk keperluan hidup kita ja kita terkadang kurang disipli,(makan,tidur,olahraga).Dan hal ini terjadi di semua lapisan masyarakat,bukan hanya rakyat jelata,tapi juga sampai rakyat penguasa.

penulis menemukan artikel menarik di kaskus mengenai masalah ini

“Pernah ada satu kejadian, Menteri Energi Jepang memutuskan untuk meninggalkan tempat pertemuan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Padahal seharusnya sebagai tuan rumah, menteri kita yang lebihdulu datang dari tamunya.
Kemarin ada lagi cerita seorang Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan yang hendak kembali dari Semarang ke Jakarta dan tertinggal pesawat. Karena pejabat negara, sempat pihak Bandara Achmad Yani, Semarang meminta kepada pilot untuk kembali ke kota asal (returnto base). Beruntung pilot bersikukuh kepada aturan untuk tidak kembali karena tidak ada alasan mendesak yang bisa dijadikan pembenaran untuk kembali ke Semarang. Wakil Ketua DPR itu terpaksa kemudian berangkat dengan penerbangan berikutnya. Namun itu adalah harga yang harus dibayar oleh siapa pun yang tidak tepat waktu, apalagi untuk penerbangan udara yang harus taat kepada jadwal.
Belum lagi cerita kehebohan itu habis ada kasus lain yang melibat Sekjen Partai Demokrat Edhie Bhaskoro Yudhoyono. Anggota DPR yang akrab dipanggil Ibas itu hendak terbang dari Jakarta ke Solo. Ternyata hingga jadwal waktu penerbangan 9.30 WIB, ia belum juga masuk ke dalam pesawat.Baru sepuluh menit dari jadwal Ibas masuk ke dalam pesawat. Ada enam pengawal yang mendampingi dan semuanya membawa senjata lengkap. Padahal aturan penerbangan sipil mengharuskan siapa pun untuk tidak membawa senjata api dan mereka harus mengosongkan senjata terlebih dahulu serta menitipkan ke pilot. Penerbangan Jakarta-Solo akibatnya terlambat sekitar 30 menit dari jadwal yang ditetapkan. Itu bukan hanya membuat rangkaian penerbangan terganggu, tetapi para penumpang lain harus menjadi korban keterlambatan.”

Hal yang sama juga terjadi pada kita semua,coba ingat2 sberapa sering sih kita tidak disiplin baik untuk urusan pribadi maupun kerjaan.mulai dari berlalu lintas,mengerjakan tugas2(orang kantoran,anak2 sekolah),jam makan,jam tidur dan bangun tidur….sangat banyak aspek sepele yang kita lewatkan tanpa disiplin.

Penulis menunjukkan contoh kasus kurangnya disiplin pada para pejabat bukan bermaksud menjelek2an mereka(pejabat),tapi agar kita sebagai rakyatnya sadar bahwa apa yang mereka lakukan salah dan bukan hal baik yang pantas untuk ditiru.Mereka memang seharusnya menjadi panutan,karena status dan posisinya,tapi kalo mereka salah yang gk usah diikutin.Jangan menggunakan alasan tindakan mereka akan membenarkan tindakan kita,hal itu hanya akan menunjukan ketidakmampuan kita dalam mengatur diri kita sendiri untuk berlaku disiplin,dan kalo semua orang berpikiran seperti itu,yakinlah negara kita ini umurnya gak bakal lama.Ingat satu hal,mereka sebelum jadi pejabat adalah rakyat biasa juga.Mungkin sebelum mereka terpilih mereka sudah terbiasa tidak disiplin,who knows ? Karena itu mari rubah diri kita untuk lebih disiplin,sapa tau anda akan jadi pemimpin kedepannya atau anak anda akan mengikuti gaya hidup anda yang disiplin.

Disiplin adalah suatu kebiasaan yang bermanfaat yang harus dibiasakan sejak dini,tidak ada kata terlambat untuk semua hal.

*tulisan ini bersumber dari kaskus

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasar Jibama, Arena Transaksi Sekaligus …

Dhanang Dhave | | 27 November 2014 | 09:26

Taklukkan Ciputat Maka Kau Taklukkan …

Dzulfikar | | 26 November 2014 | 23:31

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Oleh-oleh dari Pak Jonan di Kompasianival …

Sang Nanang | | 27 November 2014 | 08:46

Ikuti Blog Competition ā€¯Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Senyum dan Air Mata Airin Wajah Masa Depan …

Sang Pujangga | 3 jam lalu

Presiden Kita Bonek dan Backpacker …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sehat dengan Berlari yang Menyenangkan …

Nindia Melati | 8 jam lalu

Indra Sjafrie…? …

Iqbal Lombok | 8 jam lalu

Tips dan Trik Mengerjakan soal Limit …

Lian Hua Ngafit | 8 jam lalu

Salam Rindu Buat Ayah, Ibu Saat Rinduku …

Petrus Kanisius | 8 jam lalu

Tips dan Trik Cara Mengerjakan Limit …

Muhammad Iqbal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: