Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hendry Jurex

simple life n crazy

Hal yang Menyebabkan Negara Bisa Hancur

OPINI | 09 September 2010 | 06:08 Dibaca: 421   Komentar: 0   0

Banyak orang mengatakan bahwa ciri2 orang sukses adalah orang yang selalu disiplin dalam setiap aspek kehidupannya,terutama disiplin waktu.Hal yang sama juga berlaku pada sebuah negara,karena negara berisi seluruh komponen rakyat yang ada di dalamnya.Salah satu kelemahan terbesar bangsa kita adalah kurangnya disiplin,baik itu disiplin lalu lintas,disiplin kerja,disiplin waktu,bahkan untuk keperluan hidup kita ja kita terkadang kurang disipli,(makan,tidur,olahraga).Dan hal ini terjadi di semua lapisan masyarakat,bukan hanya rakyat jelata,tapi juga sampai rakyat penguasa.

penulis menemukan artikel menarik di kaskus mengenai masalah ini

“Pernah ada satu kejadian, Menteri Energi Jepang memutuskan untuk meninggalkan tempat pertemuan karena Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang. Padahal seharusnya sebagai tuan rumah, menteri kita yang lebihdulu datang dari tamunya.
Kemarin ada lagi cerita seorang Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan yang hendak kembali dari Semarang ke Jakarta dan tertinggal pesawat. Karena pejabat negara, sempat pihak Bandara Achmad Yani, Semarang meminta kepada pilot untuk kembali ke kota asal (returnto base). Beruntung pilot bersikukuh kepada aturan untuk tidak kembali karena tidak ada alasan mendesak yang bisa dijadikan pembenaran untuk kembali ke Semarang. Wakil Ketua DPR itu terpaksa kemudian berangkat dengan penerbangan berikutnya. Namun itu adalah harga yang harus dibayar oleh siapa pun yang tidak tepat waktu, apalagi untuk penerbangan udara yang harus taat kepada jadwal.
Belum lagi cerita kehebohan itu habis ada kasus lain yang melibat Sekjen Partai Demokrat Edhie Bhaskoro Yudhoyono. Anggota DPR yang akrab dipanggil Ibas itu hendak terbang dari Jakarta ke Solo. Ternyata hingga jadwal waktu penerbangan 9.30 WIB, ia belum juga masuk ke dalam pesawat.Baru sepuluh menit dari jadwal Ibas masuk ke dalam pesawat. Ada enam pengawal yang mendampingi dan semuanya membawa senjata lengkap. Padahal aturan penerbangan sipil mengharuskan siapa pun untuk tidak membawa senjata api dan mereka harus mengosongkan senjata terlebih dahulu serta menitipkan ke pilot. Penerbangan Jakarta-Solo akibatnya terlambat sekitar 30 menit dari jadwal yang ditetapkan. Itu bukan hanya membuat rangkaian penerbangan terganggu, tetapi para penumpang lain harus menjadi korban keterlambatan.”

Hal yang sama juga terjadi pada kita semua,coba ingat2 sberapa sering sih kita tidak disiplin baik untuk urusan pribadi maupun kerjaan.mulai dari berlalu lintas,mengerjakan tugas2(orang kantoran,anak2 sekolah),jam makan,jam tidur dan bangun tidur….sangat banyak aspek sepele yang kita lewatkan tanpa disiplin.

Penulis menunjukkan contoh kasus kurangnya disiplin pada para pejabat bukan bermaksud menjelek2an mereka(pejabat),tapi agar kita sebagai rakyatnya sadar bahwa apa yang mereka lakukan salah dan bukan hal baik yang pantas untuk ditiru.Mereka memang seharusnya menjadi panutan,karena status dan posisinya,tapi kalo mereka salah yang gk usah diikutin.Jangan menggunakan alasan tindakan mereka akan membenarkan tindakan kita,hal itu hanya akan menunjukan ketidakmampuan kita dalam mengatur diri kita sendiri untuk berlaku disiplin,dan kalo semua orang berpikiran seperti itu,yakinlah negara kita ini umurnya gak bakal lama.Ingat satu hal,mereka sebelum jadi pejabat adalah rakyat biasa juga.Mungkin sebelum mereka terpilih mereka sudah terbiasa tidak disiplin,who knows ? Karena itu mari rubah diri kita untuk lebih disiplin,sapa tau anda akan jadi pemimpin kedepannya atau anak anda akan mengikuti gaya hidup anda yang disiplin.

Disiplin adalah suatu kebiasaan yang bermanfaat yang harus dibiasakan sejak dini,tidak ada kata terlambat untuk semua hal.

*tulisan ini bersumber dari kaskus

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 11 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 13 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Inggris tanpa Raya, Nasib istilah …

Adie Sachs | 8 jam lalu

Kupangku Kasihku (MDK) #1 …

Pietro Netti | 8 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Metode Baru Pilkada(sung) …

Muksalmina Mta | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kisah Penemuan Serum …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: