Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Penerjemah Resmi Dan Tersumpah Semarang Jawa Tengah

Telitikata Professional Translation Services (Klik http://telitikata.com) Biro Penerjemah Resmi dan Tersumpah Telitikata telah berpengalaman bertahun-tahun mengerjakan berbagai selengkapnya

Penerjemah Tersumpah? Apa Itu?

OPINI | 02 July 2010 | 08:36 Dibaca: 111   Komentar: 0   0

Anda mungkin pernah mendengar penerjemah tersumpah (sworn translator atau disebut juga certified translator), siapakah itu? Apa bedanya dengan penerjemah tidak tersumpah (kita sebut saja penerjemah biasa)?

Penerjemah tersumpah adalah mereka yang telah lulus dari ujian kualifikasi penerjemahan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (dulu Fakultas Sastra) Universitas Indonesia dengan nilai A (minimal angka 80). Dengan kelulusan ini maka sang penerjemah ini akan diambil sumpahnya oleh Gubernur DKI Jakarta atau pejabat yang ditunjuknya. Pengukuhannya dilakukan melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta.

Dengan SK tersebut mereka secara resmi dapat berpraktik sebagai penerjemah tersumpah.

Jasa apa sajakah yang penerjemah tersumpah berikan? Penerjemah tersumpah memberikan jasa penerjemahan dokumen-dokumen pribadi seperti akte lahir, ijazah, rapor siswa, kartu keluarga, dan lain sebagainya. Jasa ini diperlukan terutama oleh mereka yang bermaksud untuk melanjutkan sekolah di luar negeri atau mengurus dokumen keimigrasian di luar negeri. Jasa penerjemah tersumpah juga digunakan untuk keperluan bisnis seperti kontrak kerja atau perjanjian lainnya.

Oleh sebab itu, sebagian penerjemah tersumpah mendaftarkan tanda-tangan atau cap mereka pada kedutaan-kedutaan besar di Jakarta guna mempermudah pihak kedutaan untuk memvalidasi hasil terjemahan tersebut melalui cap dan tanda-tangan yang telah didaftarkan tersebut, sehingga memudahkan klien (pengguna jasa penerjemahan).

Lalu, apa sih bedanya penerjemah biasa dengan penerjemah tersumpah? Perbedaan mereka hanya pada aspek legalitas untuk dokumen tertentu. Bila mengacu pada kualitas hasil penerjemahan, memang akan sangat subjektif. Pada kenyataannya, tidak ada jaminan hasil terjemahan penerjemah tersumpah lebih baik dari hasil terjemahan penerjemah biasa (tidak tersumpah). Juga sebaliknya. Sertifikasi penerjemah tersumpah hanya dimaksudkan menghasilkan penerjemah yang semaksimal mungkin tidak melakukan proses penerjemahan dengan makna menyimpang dari bahasa sumber.

Bagaimana dengan tarif jasa penerjemahan di antara kedua jenis penerjemah ini? Tarif yang dibebankan bagi pengguna jasa kedua jenis penerjemah ini sedikit berbeda. Tarif jasa penerjemah tersumpah (untuk bahasa yang sama) secara umum hampir sama. Namun, tarif jasa penerjemah biasa sangat variatif. Tarif penerjemah biasa sangat bergantung kepada negosiasi antara klien dan penerjemah. []

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: