Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wasik Barlaman

praktisi kesehatan yang sedang sekolah

Bingung Memilih Jurusan Perguruan Tinggi

OPINI | 06 May 2010 | 15:05 Dibaca: 2739   Komentar: 8   0

di tulisan ini saya ingin berbagi tentang pola pikir saya tentang pemilihan jurusan di perguruan tinggi.
sore tadi saya ditanya 3 pertanyaan oleh teman saya
1. “jika anda dikembalikan lagi kemasa-masa pendaftaran kuliah, anda akan mendaftar apa? dengan pola pikir sekarang tentunya, setelah melihat dunia kerja,”
jawaban saya “jurusan yang ada profesinya, dari jurusan IPA saya akan memilih Kedokteran Umum/kedokteran Gigi/Kedokteran Hewan/Farmasi/ Guru tapi cuma guru matematika, fisika dan Kimia, jika saya dari IPS saya akan memilih akuntasi/ Psikologi/ Hukum/ Guru Bahasa Inggris”
alasan saya memilih jurusan-jurusan diatas adalah : lapangan kerja yang tersedia lebih luas dibandingkan dengan jurusan yang lain misalnya psikolog mungkin saja berkarir sebagai birokrat, psikolog, dosen, maupun wartawan tetapi lulusan FISIP ga mungkin jadi psikolog
untuk pemilihan guru matematika, guru fisika, guru kimia dan bahasa inggris adalah sangat sederhana, para guru mata pelajaran ini dapat menyambi di luar pekerjaan tetapnya misalnya selain jadi guru sekolah dapat sebagai tutor bimbingan belajar juga dapat memberikan les privat bagi mereka yang membutuhkan dengan semakin banyaknya lapangan kerjanya maka pundi-pundi duitnya dapat semakin lancar mengalir untuk memenuhi  kebutuhan hidup keluarganya.

2. ” jika anda dilahirkan dari keluarga yang pas-pas an secara ekonomi kemana akan kuliah?”
jawaban saya ” yang pertama saya tidak akan sekali-kali mencoba masuk universitas negeri lewat ujian masuk yang diselenggarakannya sendiri semisal UM UGM, saya akan mencoba peruntungan saya lewat SNMPTN saja karena biaya awalnya jauh lebih murah dan lebih bersahabat dikantong orang tua. yang kedua mungkin saya akan mencoba kuliah di perguruan kedinasan semisal STAN atau AKABRI, alasannya karena dengan kuliah di kedinasan secara logika saya akan lebih cepat dapat kerja dan lebih cepat mandiri dari orang tua”.

3. “apa tindakan yang akan anda lakukan jika anda tidak diterima di SNMPTN, UM UGM, UM STAN? “
jawaban saya “jika saya terlahir dari keluarga yang kaya mungkin saya akan mendaftar di jurusan yang saya sebutkan diatas di universitas swasta tetapi jika saya dari keluarga pas-pasan maka mungkin saya akan coba daftar di D2 pendidikan guru SD karena setau saya uang kuliah di sana cukup terjangkau dan kuliahnya juga jarang-jarang biasanya cuma 2 hari full day jadi saya bisa nyambi kerja part time”

sekian pola pikir saya tentang masa -masa pendaftaran dan pemilihan jurusan bagi mereka yang akan masuk perguruan tinggi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malm√∂ di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: