Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Ika Fitriana

perempuan biasa

Referensi untuk SMA Kelas Bahasa

OPINI | 12 January 2013 | 11:35 Dibaca: 259   Komentar: 0   0

Cari buku Ujian Nasional (UN) untuk kelas Bahasa, kok, susah, ya? Toko buku besar saja tidak menjual buku UN untuk kelas Bahasa. Apa karena itu? Karena tidak menjual?

Saya pengajar bimbingan belajar (bimbel). Di bimbel tempat saya mengajar dibuka kelas Bahasa. Permasalahan muncul ketika harus mencari referensi. Bimbel kami tidak menerbitkan buku untuk kelas Bahasa, hanya ada IPA dan IPS. Internet tidak banyak membantu. Minim sekali. Saya pikir barangkali toko buku punya. Ternyata tidak.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa kami membuka kelas Bahasa yang bisa dikatakan sepi peminat?

Kelas Bahasa di tempat saya bekerja berupa kelompok belajar. Setara dengan privat, hanya saja terdiri dari beberapa orang, bukan satu orang. Ini permintaan mereka.

***

Sejak saya sekolah, kelas Bahasa tampak seperti hidup segan mati pun ogah. Sekolah saya bahkan sudah tidak lagi membuka kelas itu (saya masuk SMA tahun 2000). Kelas Bahasa sudah punah. Padahal, cita-cita saya ingin menjadi jurnalis atau penulis (berkaitan dengan dunia menulis). Dengan cita-cita demikian, cocoknya masuk kelas Bahasa, dong?

Menjelang kenaikan ke kelas 3, saya mengusulkan untuk dibuka kelas Bahasa. Kata seorang guru, kelas Bahasa bisa dibuka dengan catatan harus terkumpul siswa dengan jumlah yang ditentukan. Saking niatnya, saya tanya teman-teman yang sekiranya berminat dengan jurusan Bahasa.

Sayangnya, saya harus menelan pil pahit karena kelas Bahasa tidak kunjung dibuka meski jumlah siswa sudah mencukupi kuota. Pernah ada yang bilang bahwa kelas Bahasa adalah kelas buangan: yang tidak diterima di IPA/IPS. Menyedihkan sekali kata-kata itu.

***

Dengan kondisi sulit referensi seperti ini, saya salut dengan guru-guru kelas Bahasa. Saya bayangkan mereka dituntut untuk lebih kreatif. Pasti. Bukankah tiap guru bercita-cita muridnya maju?

Tags: ikafff bahasa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: