Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Adi Hariadi

Hariadi is my Name.

Bahasa Jerman 1 (Partikel)

REP | 14 April 2012 | 02:16 Dibaca: 846   Komentar: 1   0

UNGKAPAN-UNGKAPAN DALAM KATA KETERANGAN (PARTIKEL DALAM BAHASA JERMAN)

Dalam Bahasa Jerman banyak kata keterangan digunakan untuk menyampaikan sikap atau perasaan si pembaca.Biasanya hal ini sukar diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia baku,adakalanya bisa diterjemahkan bila memakai bahasa dialek.Ada beberapa Partikel yang sering digunakan dalam Bahasa Jerman yaitu:

Denn

Denn biasanya digunakan dalam kalimat tanya yang mengungkapkan rasa tidak sabar ,keingintahuan yang mendesak atau minat tertentu.

Zum Beispiel:

Wo ist er denn? Di mana sih dia?

Doch

Dalam ungkapan kata keterangan ini bias mendapat tekanan atau tidak.Bila doch mendapat tekanan ,maka doch ini mengungkapkan bahwa sesuatu telah terjadi diluar dugaan.Doch juga digunakan sebagai jawaban terhadap pertanyaan negatif.

Zum Beispiel:

Ich habe es doch verkauft. Saya toh telah menjualnya

Trinkst du nichts? Doch,ich trinke Tee Apakah kau tidak minum apa-apa?

Ya,Saya minum teh

Bila doch tidak mendapat tekanan,maka hal mengungkapkan bahwa pernyataan yang bertentangan tidak diharapkan menjadi yang süebenarnya.Dalam Bahasa Inggris doch ini dapat disamakan dengan ungkapan “why don’t you….”

Zum Beispiel:

Sie ist doch nicht in Berlin! Ia tidak berada di Berlin,bukan?

Kauf ihm doch etwas! Mengapa tidak dibelikan sesuatu untuk

Dia

Ja

Kata keterangan ini menguatkan suatu pernyataan yang mengungkapkan gagasan,pandangan atau fakta.

Zum Beispiel:

Sie ist ja verrück. Ia memang gila

Wir sind ja schon zu Hause Kami memang sudah berada di rumah

Ich war ja krank Saya memang sakit

Noch

Noch menyatakan bahwa sesuatu masih berlangsung.

Zum Beispiel:

Sie ist noch im Krankenhaus Ia masih di rumah sakit

Das Kind kann noch nicht sprechen Anak itu masih bel;um dapat berbicara

Noch acapkali berarti lagi

Zum Beispiel:

Sie wollen noch ein Kind Mereka menginginkan anak lagi

Möchtest du noch eine Tasse Tee? Apakah kau mau secangkir teh lagi?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: