Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Adi Hariadi

Hariadi is my Name.

Bahasa Jerman 1 (Partikel)

REP | 14 April 2012 | 02:16 Dibaca: 837   Komentar: 1   0

UNGKAPAN-UNGKAPAN DALAM KATA KETERANGAN (PARTIKEL DALAM BAHASA JERMAN)

Dalam Bahasa Jerman banyak kata keterangan digunakan untuk menyampaikan sikap atau perasaan si pembaca.Biasanya hal ini sukar diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia baku,adakalanya bisa diterjemahkan bila memakai bahasa dialek.Ada beberapa Partikel yang sering digunakan dalam Bahasa Jerman yaitu:

Denn

Denn biasanya digunakan dalam kalimat tanya yang mengungkapkan rasa tidak sabar ,keingintahuan yang mendesak atau minat tertentu.

Zum Beispiel:

Wo ist er denn? Di mana sih dia?

Doch

Dalam ungkapan kata keterangan ini bias mendapat tekanan atau tidak.Bila doch mendapat tekanan ,maka doch ini mengungkapkan bahwa sesuatu telah terjadi diluar dugaan.Doch juga digunakan sebagai jawaban terhadap pertanyaan negatif.

Zum Beispiel:

Ich habe es doch verkauft. Saya toh telah menjualnya

Trinkst du nichts? Doch,ich trinke Tee Apakah kau tidak minum apa-apa?

Ya,Saya minum teh

Bila doch tidak mendapat tekanan,maka hal mengungkapkan bahwa pernyataan yang bertentangan tidak diharapkan menjadi yang süebenarnya.Dalam Bahasa Inggris doch ini dapat disamakan dengan ungkapan “why don’t you….”

Zum Beispiel:

Sie ist doch nicht in Berlin! Ia tidak berada di Berlin,bukan?

Kauf ihm doch etwas! Mengapa tidak dibelikan sesuatu untuk

Dia

Ja

Kata keterangan ini menguatkan suatu pernyataan yang mengungkapkan gagasan,pandangan atau fakta.

Zum Beispiel:

Sie ist ja verrück. Ia memang gila

Wir sind ja schon zu Hause Kami memang sudah berada di rumah

Ich war ja krank Saya memang sakit

Noch

Noch menyatakan bahwa sesuatu masih berlangsung.

Zum Beispiel:

Sie ist noch im Krankenhaus Ia masih di rumah sakit

Das Kind kann noch nicht sprechen Anak itu masih bel;um dapat berbicara

Noch acapkali berarti lagi

Zum Beispiel:

Sie wollen noch ein Kind Mereka menginginkan anak lagi

Möchtest du noch eine Tasse Tee? Apakah kau mau secangkir teh lagi?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | | 18 September 2014 | 23:42

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | | 19 September 2014 | 07:39

Masukan Untuk Petugas Haji Indonesia …

Rumahkayu | | 19 September 2014 | 07:37

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 3 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 19 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 20 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Lari Pagi di Makati di Jalur yang Manusiawi …

Dhanang Dhave | 8 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kita Nikah Yuk Ternyata Plagiat? …

Samandayu | 10 jam lalu

Lebaynya Guguk-Guguk di Jepang …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: