Back to Kompasiana
Artikel

Bahasa

Adi Hariadi

Hariadi is my Name.

Bahasa Jerman 1 (Partikel)

REP | 14 April 2012 | 02:16 Dibaca: 855   Komentar: 1   0

UNGKAPAN-UNGKAPAN DALAM KATA KETERANGAN (PARTIKEL DALAM BAHASA JERMAN)

Dalam Bahasa Jerman banyak kata keterangan digunakan untuk menyampaikan sikap atau perasaan si pembaca.Biasanya hal ini sukar diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia baku,adakalanya bisa diterjemahkan bila memakai bahasa dialek.Ada beberapa Partikel yang sering digunakan dalam Bahasa Jerman yaitu:

Denn

Denn biasanya digunakan dalam kalimat tanya yang mengungkapkan rasa tidak sabar ,keingintahuan yang mendesak atau minat tertentu.

Zum Beispiel:

Wo ist er denn? Di mana sih dia?

Doch

Dalam ungkapan kata keterangan ini bias mendapat tekanan atau tidak.Bila doch mendapat tekanan ,maka doch ini mengungkapkan bahwa sesuatu telah terjadi diluar dugaan.Doch juga digunakan sebagai jawaban terhadap pertanyaan negatif.

Zum Beispiel:

Ich habe es doch verkauft. Saya toh telah menjualnya

Trinkst du nichts? Doch,ich trinke Tee Apakah kau tidak minum apa-apa?

Ya,Saya minum teh

Bila doch tidak mendapat tekanan,maka hal mengungkapkan bahwa pernyataan yang bertentangan tidak diharapkan menjadi yang süebenarnya.Dalam Bahasa Inggris doch ini dapat disamakan dengan ungkapan “why don’t you….”

Zum Beispiel:

Sie ist doch nicht in Berlin! Ia tidak berada di Berlin,bukan?

Kauf ihm doch etwas! Mengapa tidak dibelikan sesuatu untuk

Dia

Ja

Kata keterangan ini menguatkan suatu pernyataan yang mengungkapkan gagasan,pandangan atau fakta.

Zum Beispiel:

Sie ist ja verrück. Ia memang gila

Wir sind ja schon zu Hause Kami memang sudah berada di rumah

Ich war ja krank Saya memang sakit

Noch

Noch menyatakan bahwa sesuatu masih berlangsung.

Zum Beispiel:

Sie ist noch im Krankenhaus Ia masih di rumah sakit

Das Kind kann noch nicht sprechen Anak itu masih bel;um dapat berbicara

Noch acapkali berarti lagi

Zum Beispiel:

Sie wollen noch ein Kind Mereka menginginkan anak lagi

Möchtest du noch eine Tasse Tee? Apakah kau mau secangkir teh lagi?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 8 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 9 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 8 jam lalu

Sebaik-baiknya Tahun adalah Seluruhnya …

Ryan Andin | 9 jam lalu

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: